Mobilitas Wisata Domestik Menguat, Hotel Berbintang Ikut Panen Okupansi

JAKARTA – Mobilitas wisatawan domestik tetap menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional pada pertengahan 2026. Di tengah pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang melambat secara tahunan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dan tingkat hunian hotel justru menunjukkan tren positif, memperkuat optimisme industri pariwisata memasuki semester kedua tahun ini.

Data BPS menunjukkan jumlah perjalanan wisnus pada Juni 2026 mencapai 107,19 juta perjalanan. Angka tersebut meningkat 0,97 persen dibandingkan Mei 2026 dan tumbuh 1,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut turut mendorong kinerja sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Juni 2026 tercatat sebesar 54,28 persen atau naik 4,30 poin persentase dibandingkan Juni 2025.

Di sisi lain, kunjungan wisman selama Juni 2026 mencapai 1.386.575 kunjungan. Jumlah itu naik tipis 0,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya, meski masih turun 2,15 persen dibandingkan Juni 2025.

Secara kumulatif selama Januari hingga Juni 2026, jumlah wisman mencapai 7,45 juta kunjungan atau meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi untuk semester pertama sejak pandemi Covid-19.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, mengatakan Malaysia masih menjadi negara asal penyumbang wisman terbesar ke Indonesia.

“Wisatawan asal Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan ke Indonesia dengan pangsa 18,7%, disusul Singapura 12,3%, Australia 12,1%, Tiongkok 8,5%, serta Timor Leste 5,4%,” ujar Ateng Hartono, sebagaimana dilansir Bisnis, Senin (03/08/2026).

BPS juga mencatat Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali tetap menjadi pintu masuk internasional tersibuk sepanjang Juni 2026 dengan total 604.962 kunjungan wisman. Posisi berikutnya ditempati Bandara Soekarno-Hatta dan Batam sebagai gerbang utama kedatangan wisatawan asing.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) atau warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri mencapai 766.780 perjalanan pada Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat 39,32 persen dibandingkan Mei 2026 serta naik 5,39 persen dibandingkan Juni tahun lalu.

Meski demikian, secara akumulatif semester pertama 2026, jumlah perjalanan wisnas tercatat sebanyak 4,46 juta perjalanan atau turun 2,40 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Data tersebut menunjukkan bahwa permintaan pasar domestik masih menjadi penyangga utama industri pariwisata nasional. Peningkatan mobilitas masyarakat di dalam negeri dan membaiknya tingkat hunian hotel diharapkan dapat menjaga kinerja sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, serta berbagai industri pendukung lainnya sepanjang paruh kedua 2026. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *