UMKM Banyumas Didorong Kuasai Pemasaran Digital, Pasar Makin Luas

PURWOKERTO – Penguatan kemampuan pemasaran digital menjadi fokus utama upaya pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Banyumas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menilai penguasaan strategi pemasaran berbasis digital menjadi kunci agar pelaku usaha mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas akses pasar di tengah perkembangan ekonomi digital.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) bertema “Terampil Berkarya, Mandiri Berusaha” yang digelar PT PNM di Pendopo Si Panji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (04/08/2026). Kegiatan itu diikuti sekitar 150 perempuan pelaku UMKM binaan PNM yang bergerak di bidang kuliner.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan pelatihan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan memasarkan produk melalui platform digital agar memiliki daya saing lebih tinggi.

“Juga membekali peserta dengan kemampuan digital marketing agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (04/08/2026).

Menurut Bupati Banyumas, tantangan yang dihadapi pelaku UMKM saat ini tidak hanya berkaitan dengan permodalan, melainkan juga strategi pemasaran yang efektif. Karena itu, materi pelatihan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam mengembangkan usaha.

Ia mengungkapkan perkembangan UMKM di Banyumas menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan data Pemkab Banyumas, jumlah UMKM meningkat dari sekitar 90 ribu unit pada 2024 menjadi lebih dari 230 ribu unit pada 2025.

“Hal ini menunjukkan bahwa semangat berwirausaha masyarakat Banyumas terus tumbuh,” katanya.

Meski demikian, Bupati Banyumas mengakui masih banyak masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera, yang membutuhkan dukungan berupa akses pembiayaan, pendampingan, serta peningkatan kapasitas agar usahanya dapat berkembang secara berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan PT PNM memiliki peran strategis karena tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga menghadirkan program pendampingan dan pelatihan bagi para pelaku UMKM. Ia juga mengapresiasi konsep pelatihan yang menggabungkan praktik pembuatan produk kuliner dengan pembelajaran pemasaran digital.

“Kami ingin ibu-ibu pelaku UMKM tidak hanya mampu mengelola usaha, tetapi juga menjadi pilar ekonomi keluarga. Dengan kolaborasi yang baik, saya yakin akan semakin banyak UMKM yang berkembang dan naik kelas,” kata Bupati.

Sementara itu, Pimpinan PT PNM Cabang Purwokerto Rohmat Agus Pranoto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan sekaligus meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu bersaing.

Menurut Rohmat, pemberdayaan UMKM tidak cukup dilakukan melalui penyaluran pembiayaan semata, tetapi juga harus diiringi peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan inovasi dalam menjalankan usaha.

“Hari ini (04/08/2026) kami mengundang 150 ibu-ibu pengusaha kuliner yang merupakan mitra binaan kami. Melalui pelatihan ini PNM menghadirkan ruang belajar untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat pemasaran, memperbaiki pengelolaan usaha, serta memanfaatkan peluang bisnis,” katanya.

Ia menambahkan, hingga Juli 2026 PT PNM telah membina 125.971 nasabah di Banyumas yang tersebar di 30 kelurahan, 301 desa, dan 27 kecamatan dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp973 miliar. Perusahaan berkomitmen terus mendampingi perempuan pelaku UMKM agar semakin mandiri, berdaya saing, serta mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga dan daerah. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *