Harga Emas Berpeluang Naik Lagi, Target Berikutnya Tembus US$4.135
JAKARTA – Harga emas dunia masih menunjukkan peluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (05/08/2026), didorong meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global. Hingga pukul 10.57 WIB, harga emas berada di level 4.129,47 dolar Amerika Serikat (AS) per ons troi atau naik 1,26 persen dibandingkan sehari sebelumnya.
Penguatan tersebut didukung kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang dinilai masih memberikan ruang kenaikan bagi logam mulia. Secara teknikal, pergerakan harga emas dinilai telah keluar dari fase konsolidasi dan membentuk pola yang mengindikasikan kelanjutan tren naik.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan grafik emas pada time frame harian memperlihatkan terbentuknya pola Bullish Pennant, yang umumnya menjadi sinyal berlanjutnya tren penguatan setelah fase konsolidasi.
“Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan beli kembali meningkat dan buyer mulai mengambil alih kendali pasar untuk mendorong harga menuju area resistance yang lebih tinggi,” ujar Geraldo, sebagaimana dilansir Kontan, Rabu (05/08/2026).
Selain pola Bullish Pennant, indikator Stochastic juga terus bergerak naik menuju area overbought. Sementara itu, indikator Moving Average (MA) 21 kini berfungsi sebagai dynamic support yang menjaga struktur tren kenaikan harga emas.
Berdasarkan kombinasi indikator tersebut, Geraldo memperkirakan harga emas berpotensi menguji level resistance terdekat di kisaran 4.135 dolar AS per ons troi. Apabila mampu menembus level tersebut dengan konfirmasi yang kuat, harga emas diproyeksikan melanjutkan kenaikan menuju area 4.202 dolar AS per ons troi.
Dari sisi fundamental, meningkatnya ketegangan geopolitik turut menjadi penopang harga emas. Kekhawatiran atas menipisnya persediaan rudal presisi jarak jauh Amerika Serikat setelah eskalasi konflik dengan Iran mendorong investor mempertahankan kepemilikan aset safe haven sebagai instrumen lindung nilai.
Di sisi lain, penguatan dolar AS masih menjadi faktor yang berpotensi membatasi kenaikan harga emas. Data ekonomi Negeri Paman Sam yang tetap solid meningkatkan daya tarik mata uang tersebut, sehingga harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS.
Geraldo mengingatkan pelaku pasar agar terus mencermati perkembangan data ekonomi AS yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed). Selain itu, level dynamic support MA 21 juga perlu diperhatikan sebagai acuan dalam mengantisipasi potensi koreksi teknikal jangka pendek.
Dengan dukungan sentimen geopolitik dan sinyal teknikal yang masih positif, pergerakan harga emas diperkirakan tetap menjadi perhatian investor global dalam beberapa sesi perdagangan mendatang. []
Redaksi01
