Harga Minyak Dunia Stabil di Level Tertinggi Sepekan, Brent US$87,81

JAKARTA – Risiko gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah kembali menjadi perhatian pasar setelah ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz menahan harga minyak mentah di level tertinggi lebih dari sepekan pada Selasa (11/08/2026). Kondisi tersebut membuat harga minyak Brent bertahan di US$87,81 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di US$82,20 per barel.

Pergerakan harga tersebut terjadi setelah kedua kontrak acuan minyak melonjak lebih dari 5 persen pada perdagangan Senin (10/08/2026) dan mencapai level tertinggi sejak 31 Juli. Pasar menilai risiko terhadap kelancaran distribusi minyak masih besar seiring belum jelasnya prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berpotensi memengaruhi akses pelayaran di Selat Hormuz.

Harga minyak Brent relatif tidak berubah di US$87,81 per barel pada pukul 00.13 GMT, sedangkan WTI AS bertahan di US$82,20 per barel, sebagaimana diberitakan Kontan, Selasa (11/08/2026). Pergerakan tersebut mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan geopolitik yang dapat mengganggu pasokan energi global.

Ketidakpastian meningkat setelah Presiden AS Donald Trump merespons persyaratan Iran untuk mencapai kesepakatan damai dengan tuntutan kompensasi dari Teheran atas korban perang, serangan, dan aksi protes. Perbedaan tuntutan tersebut dinilai dapat memperpanjang proses pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Trump juga mengatakan bahwa AS telah menguasai Selat Hormuz dan melakukan penyisiran terhadap jalur perairan tersebut untuk mencari ranjau yang dipasang Iran. Perkembangan itu menjadi perhatian karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia.

“Terlihat ada kesenjangan antara AS dan Iran mengenai seperti apa kesepakatan yang sebenarnya akan dicapai,” kata Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM Trade.

Menurut Waterer, optimisme pasar yang sempat muncul pada pekan sebelumnya mulai berkurang. Situasi tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang memberikan dukungan terhadap harga minyak mentah.

Selain Selat Hormuz, pelaku pasar menghadapi potensi gangguan pasokan dari wilayah Timur Tengah lainnya. Saudi Aramco menunda pengoperasian kembali kilang Jazan berkapasitas 400.000 barel per hari hingga 30 Agustus. Penundaan itu terjadi setelah kelompok Houthi mengklaim melancarkan dua serangan terhadap kilang tersebut pada Minggu (09/08/2026).

Waterer menilai ancaman gangguan di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb masih cukup besar. Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi menghambat distribusi minyak, tetapi juga meningkatkan biaya pengiriman akibat risiko keamanan yang dihadapi kapal.

“Pembatasan bahkan secara berkala atau ancaman insiden lebih lanjut membuat biaya asuransi tetap tinggi dan memaksa kapal menggunakan rute yang lebih panjang,” ujarnya.

Dampaknya mulai terlihat pada volume minyak yang melewati Selat Hormuz. Data Barclays menunjukkan ekspor bersih minyak mentah dan produk olahan melalui selat tersebut rata-rata hanya sekitar 3 juta barel per hari pada pekan yang berakhir 7 Agustus. Angka itu turun dibandingkan 4,4 juta barel per hari pada pekan sebelumnya.

Penurunan arus minyak tersebut menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik telah memberikan tekanan terhadap jalur distribusi energi. Jika gangguan berlanjut, pasar berpotensi menghadapi keterbatasan aliran energi dalam jangka pendek.

Di sisi lain, Irak menaikkan harga jual resmi (official selling price/OSP) minyak mentah Basra Medium untuk pasar Asia sebesar US$2,50. Dengan kenaikan tersebut, harga jual untuk pengiriman September menjadi minus US$4 per barel terhadap rata-rata kuotasi Oman/Dubai.

Perkembangan tersebut membuat pasar minyak tetap sensitif terhadap setiap perubahan situasi geopolitik di Timur Tengah. Selama kepastian mengenai keamanan jalur pelayaran dan kelancaran distribusi belum terbentuk, risiko pasokan diperkirakan masih menjadi faktor utama yang menjaga harga minyak berada pada level tinggi. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *