BI Dorong QRIS Makin Masif di TIFF 2026

MANADO – Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata dan kreativitas daerah, tetapi juga dimanfaatkan Bank Indonesia (BI) untuk memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta meningkatkan literasi masyarakat mengenai transaksi digital dan pengendalian inflasi di Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto mengatakan ribuan pengunjung yang diperkirakan menghadiri TIFF 2026 menjadi sasaran edukasi pembayaran digital, terlebih festival tersebut juga diikuti wisatawan mancanegara. Kegiatan itu diharapkan membuat masyarakat dan pelaku usaha semakin terbiasa menggunakan transaksi digital yang praktis, cepat, dan aman.

“QRIS terus kami kampanyekan, sehingga masyarakat bisa menggunakan transaksi secara digital, apalagi dalam TIFF ini, banyak wisatawan mancanegara yang hadir baik sebagai peserta atau turis,” kata Joko sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (11/08/2026).

Menurut Joko, TIFF menjadi ruang yang efektif untuk memperluas literasi sekaligus inklusi keuangan digital. Penggunaan QRIS dalam rangkaian festival diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat mendorong masyarakat menerapkan pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Selain untuk transaksi, QRIS juga dapat digunakan dalam berbagai aktivitas pendukung festival, termasuk mekanisme pemungutan suara bagi peserta pameran. Pemanfaatan tersebut memperlihatkan bahwa sistem pembayaran digital dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan masyarakat, tidak terbatas pada transaksi jual beli.

QRIS saat ini juga telah memiliki layanan QRIS Antarnegara yang memungkinkan transaksi lintas negara. Layanan tersebut telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Pada TIFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (12/08/2026), BI mendorong masyarakat serta pelaku usaha memanfaatkan QRIS sebagai salah satu pilihan pembayaran. Kehadiran wisatawan dari berbagai negara dinilai menjadi peluang untuk memperkenalkan ekosistem transaksi digital Indonesia secara lebih luas.

Di sisi lain, BI Sulut juga memasukkan pesan mengenai pengendalian inflasi dalam keterlibatannya pada festival. Lembaga tersebut akan ikut dalam parade kendaraan hias dengan mengangkat tema inflasi melalui ornamen bunga yang menggambarkan sejumlah komoditas pangan yang kerap menjadi penyumbang tekanan inflasi di Sulut, antara lain bawang merah dan cabai rawit.

Keterlibatan itu diarahkan agar momentum festival tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya perilaku konsumsi yang bijak. Joko menilai peningkatan transaksi ekonomi perlu berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga stabilitas harga.

“Sehingga selama TIFF, selain transaksi digital juga diedukasi agar masyarakat bijak berbelanja agar inflasi tetap terjaga stabil,” katanya menjelaskan.

Dengan demikian, TIFF 2026 diharapkan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat, mulai dari peningkatan aktivitas pariwisata dan ekonomi lokal hingga perluasan penggunaan pembayaran digital dan pemahaman mengenai pengendalian inflasi. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *