Laba Bank Kalteng Tembus Rp240,41 Miliar hingga Juli 2026

PALANGKA RAYA – Kinerja bisnis Bank Kalteng tetap menunjukkan pertumbuhan hingga Juli 2026 dengan laba bersih mencapai Rp240,41 miliar atau meningkat 4,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan penyaluran kredit dan pembiayaan yang menembus Rp12,51 triliun.

Direktur Utama (Dirut) Bank Kalteng Maslipansyah mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan ketahanan kinerja perseroan di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

“Kinerja hingga Juli 2026 menunjukkan fundamental Bank Kalteng tetap sehat dan resilience (tangguh),” ujar Maslipansyah di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (14/08/2026), sebagaimana diberitakan Antara, Jumat, (14/08/2026).

Penyaluran kredit dan pembiayaan Bank Kalteng hingga Juli 2026 tumbuh 11,68 persen secara tahunan atau year-on-year (y-o-y) menjadi Rp12,51 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang peningkatan kredit investasi dan kredit konsumtif.

Kredit investasi tercatat tumbuh 16,16 persen, sedangkan kredit konsumtif meningkat 18,27 persen. Pertumbuhan dua digit tersebut menunjukkan fungsi intermediasi Bank Kalteng tetap berjalan di tengah perubahan kondisi perekonomian.

Kinerja positif juga terlihat dari kemampuan perseroan menjaga struktur biaya operasional. Pengendalian biaya secara konsisten menjadi salah satu faktor yang menopang pencapaian laba bersih hingga akhir Juli 2026.

Dari sisi permodalan, modal inti Bank Kalteng mencapai Rp3,74 triliun atau tumbuh 8,17 persen secara tahunan. Adapun rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada pada level 42,34 persen.

Tingkat CAR tersebut berada jauh di atas ketentuan minimum regulator. Kondisi itu memberikan ruang yang cukup bagi Bank Kalteng untuk mengembangkan kegiatan usaha sekaligus menjaga kemampuan bank dalam menghadapi risiko.

Maslipansyah menjelaskan pertumbuhan laba dan kredit berjalan bersamaan dengan pengendalian biaya operasional serta penguatan permodalan. Menurut dia, capaian hingga Juli tidak semata-mata menunjukkan peningkatan angka bisnis, tetapi juga memperlihatkan kemampuan bank mempertahankan kualitas kinerja.

“Bagi kami, capaian ini bukan hanya tentang pertumbuhan, tetapi juga kemampuan Bank Kalteng menjaga kualitas kinerja secara berkelanjutan,” sebutnya.

Dengan pertumbuhan kredit yang tetap berada pada level dua digit dan posisi permodalan yang kuat, Bank Kalteng memiliki ruang untuk melanjutkan ekspansi bisnis secara sehat. Perseroan juga dituntut menjaga kualitas kredit dan efisiensi agar pertumbuhan kinerja dapat dipertahankan hingga akhir 2026. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *