IHSG Berbalik Menguat 0,56% ke 6.337 di Sesi I

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada perdagangan sesi pertama, Jumat (14/08/2026), setelah sempat dibuka melemah. Penguatan tersebut terjadi ketika pelaku pasar mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto di kompleks parlemen dan didukung kenaikan mayoritas sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mengacu pada data BEI melalui RTI Business, IHSG hingga menjelang penutupan perdagangan sesi pertama melaju 0,56 persen atau sekitar 35 poin ke level 6.337. Pergerakan tersebut menunjukkan perubahan sentimen investor dibandingkan posisi pembukaan yang berada di zona merah.

Penguatan indeks terutama ditopang sembilan dari total 11 sektor saham yang diperdagangkan di BEI. Sektor barang baku menjadi penggerak utama setelah mencatat kenaikan 1,67 persen.

Selain sektor barang baku, penguatan juga terjadi pada sektor infrastruktur sebesar 1,45 persen, barang konsumer primer 1,17 persen, barang konsumer 1,00 persen, energi 0,85 persen, dan perindustrian 0,79 persen.

Kemudian, sektor transportasi menguat 0,58 persen, properti dan real estate naik 0,12 persen, sedangkan sektor teknologi bergerak tipis 0,01 persen.

Sementara itu, dua sektor masih berada di zona negatif. Sektor kesehatan terkoreksi 0,34 persen dan sektor keuangan turun 0,06 persen.

Dari aktivitas perdagangan, BEI mencatat volume transaksi mencapai 17,90 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp6,48 triliun hingga sesi pertama. Sebanyak 292 saham menguat, sedangkan 297 saham melemah dan 196 saham lainnya bergerak stagnan.

Data tersebut memperlihatkan bahwa penguatan IHSG berlangsung di tengah pergerakan saham yang relatif berimbang. Jumlah saham yang terkoreksi bahkan masih lebih banyak dibandingkan saham yang menguat, tetapi kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi dan berpengaruh terhadap indeks mampu menjaga IHSG tetap berada di wilayah positif.

Pada kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi saham dengan kenaikan terbesar, yakni 6,50 persen menjadi Rp5.325 per saham.

Posisi berikutnya ditempati PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang menguat 5,70 persen ke Rp2.780 per saham. PT Alamtri Minerals Tbk (ADMR) menyusul dengan kenaikan 4,46 persen menjadi Rp1.640 per saham.

Di sisi lain, sejumlah saham dalam LQ45 masih tertekan. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni 1,32 persen ke Rp1.490 per saham.

PT Kalbe Farma Tbk (KBLF) turun 0,62 persen menjadi Rp795 per saham, sedangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi 0,39 persen ke level Rp6.350 per saham.

Pergerakan IHSG tersebut berlangsung pada hari yang menjadi perhatian pelaku pasar karena Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan di kompleks parlemen. Investor turut mencermati arah kebijakan pemerintah yang disampaikan dalam agenda tersebut karena berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap perekonomian dan pasar keuangan.

Penguatan IHSG pada sesi pertama menunjukkan pasar merespons positif perkembangan perdagangan meskipun tekanan jual masih terlihat pada sejumlah saham. Pergerakan indeks hingga akhir perdagangan akan menjadi penentu apakah penguatan tersebut mampu bertahan atau kembali tertekan oleh aksi ambil untung dan perubahan sentimen investor, sebagaimana diberitakan Kontan, Jumat (14/08/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *