Pasar Murah ke-95 Digelar di Surabaya, Pangan Bersubsidi Diserbu Warga

SURABAYA – Pengendalian harga pangan di Jawa Timur terus dilakukan dengan memperluas akses masyarakat terhadap bahan kebutuhan pokok bersubsidi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menggelar pasar murah ke-95 di halaman Sekolah Menengah Atas (SMA) Khadijah Surabaya, Jalan Ahmad Yani Nomor 2-4, Wonokromo, Surabaya, Minggu (16/08/2026).

Pelaksanaan pasar murah tersebut tidak hanya diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga menjadi sarana memperluas pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Skema ini membuat kegiatan pengendalian inflasi berjalan beriringan dengan upaya memperkuat aktivitas ekonomi pelaku usaha lokal.

Gubernur (Gub) Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, penyelenggaraan pasar murah secara rutin merupakan bagian dari strategi Pemprov Jatim untuk mendekatkan bahan kebutuhan pokok kepada konsumen. Dengan menghadirkan komoditas pangan di lokasi yang lebih dekat dengan masyarakat, akses terhadap kebutuhan sehari-hari diharapkan semakin mudah.

“Ini sebetulnya rangkaian pasar murah yang ke-95. Kita selalu memaksimalkan upaya untuk melakukan penjangkauan kepada konsumen di titik terdekat dengan lokasi mereka,” ujar Khofifah, sebagaimana diberitakan Kilasjatim, Minggu (16/08/2026).

Sejumlah komoditas pangan tersedia dalam kegiatan tersebut dengan harga yang telah memperoleh subsidi dari Pemprov Jatim. Bahan kebutuhan pokok yang ditawarkan antara lain beras, gula, minyak goreng, telur, dan daging ayam.

Menurut Khofifah, keberadaan subsidi menjadi salah satu instrumen untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga kemampuan belanja. Harga komoditas yang lebih terjangkau diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi konsumen, terutama ketika harga pangan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pengeluaran rumah tangga.

“Bisa dipersandingkan antara harga beras, harga gula, harga minyak kita, harga telur dan termasuk daging ayam. Yang kita siapkan di sini memang dengan subsidi Pemprov,” jelasnya.

Di sisi lain, keterlibatan UMKM menjadi bagian lain yang terus diperkuat dalam penyelenggaraan pasar murah. Produk UMKM dihadirkan agar pelaku usaha tidak hanya mendapatkan ruang promosi, tetapi juga kesempatan menjangkau konsumen yang lebih luas melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Khofifah mengatakan, pola tersebut penting agar agenda pengendalian inflasi sekaligus dapat memberikan manfaat bagi keberlangsungan usaha masyarakat. Pasar murah dengan demikian tidak hanya berfungsi sebagai titik penjualan kebutuhan pangan, tetapi juga dapat menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha dan calon konsumen.

“Kita selalu berupaya mempersandingkan dengan UMKM supaya UMKM kita menemukan pasar yang lebih luas, lebih besar lagi skalanya,” katanya.

Pelaksanaan pasar murah secara berkelanjutan di berbagai lokasi di Jatim diharapkan mampu memperkuat keterjangkauan pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah juga berupaya menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga melalui pendekatan yang langsung menyentuh konsumen.

Khofifah menegaskan, perluasan pasar murah di sejumlah titik menjadi salah satu langkah untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga pangan.

“Kita berharap ini menjadi bagian dari penetrasi inflasi di setiap titik di mana kita melaksanakan pasar murah,” pungkasnya.

Dengan pelaksanaan pasar murah yang telah memasuki rangkaian ke-95, Pemprov Jatim berupaya mempertahankan pola intervensi pangan yang mendekatkan komoditas bersubsidi kepada masyarakat. Pada saat yang sama, keterlibatan UMKM diharapkan dapat membuka pasar baru sehingga manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan konsumen, tetapi juga pelaku usaha lokal. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *