Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Pasar Bayangi Ketidakpastian Iran

JAKARTA – Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak menguat tipis pada awal perdagangan Senin (17/08/2026) di tengah pasar yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik Timur Tengah. Pergerakan harga turut dipengaruhi perhatian pelaku pasar terhadap perkembangan Selat Hormuz dan prospek sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Mengutip data Bloomberg, harga WTI untuk pengiriman September 2026 di New York Mercantile Exchange (NYMEX) tercatat US$82,49 per barel pada pukul 06.41 WIB. Harga tersebut naik 0,11% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level US$82,40 per barel.

Kenaikan tipis tersebut menunjukkan pelaku pasar masih berhati-hati dalam menentukan arah perdagangan minyak. Setelah harga melonjak hampir 6% sepanjang pekan sebelumnya, investor kini menunggu perkembangan baru yang dapat menjadi katalis bagi pergerakan harga berikutnya.

Sebagaimana diberitakan Kontan, Senin (17/08/2026), ketidakpastian geopolitik masih menjadi salah satu faktor utama yang diperhitungkan pasar. Serangan Israel terhadap Lebanon serta kemungkinan penerapan sanksi baru AS terhadap Iran turut meningkatkan perhatian terhadap risiko gangguan pasokan energi.

Analis senior Capital.com, Kyle Rodda, menilai kondisi geopolitik masih menjadi hambatan penting bagi pasar minyak. Ia menyebut penurunan aktivitas militer di kawasan Timur Tengah memang sedikit meredakan volatilitas, tetapi belum menghilangkan ketidakpastian yang membebani sentimen investor.

“Hambatan paling signifikan bagi pasar minyak saat ini tetaplah ketidakpastian geopolitik yang terus membebani sentiment pasar. Meski relative berkurangnya aktivitas militer di Timur Tengah telah menurunkan volatilitas di tingkat marginal,” kata Kyle Rodda, analis senior di Capital.com

Selain perkembangan konflik, pasar juga mencermati upaya membuka kembali Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut menjadi perhatian karena perkembangan di kawasan itu berpotensi memengaruhi arus perdagangan minyak dunia.

Ketidakpastian juga muncul dari hubungan Washington dan Teheran. Pertemuan di sekitar wilayah konflik Iran dinilai berpotensi memperumit proses negosiasi yang sebelumnya mengalami kebuntuan.

Di tengah situasi tersebut, kedua pihak disebut menghadapi tantangan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata secara resmi. Sementara itu, Amerika Serikat bersiap memperkuat tekanan ekonomi terhadap Iran melalui langkah isolasi ekonomi.

Perkembangan tersebut membuat pasar minyak belum memiliki arah yang sepenuhnya solid. Investor masih menimbang antara risiko gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik dan potensi tekanan terhadap harga apabila akses perdagangan melalui Selat Hormuz kembali terbuka.

Dengan kondisi geopolitik yang masih dinamis, pergerakan harga minyak pada perdagangan berikutnya akan sangat bergantung pada perkembangan konflik, hubungan AS-Iran, serta situasi di jalur perdagangan minyak strategis tersebut. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *