Rupiah Menguat ke Rp17.786 per Dolar AS, Naik 0,23 Persen
JAKARTA – Rupiah mengawali perdagangan Senin (17/08/2026) dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.08 WIB, rupiah berada di level Rp17.786 per dolar AS, menguat 0,23 persen dibandingkan posisi penutupan akhir pekan sebelumnya di Rp17.827 per dolar AS.
Penguatan rupiah tersebut berlangsung di tengah kecenderungan positif mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS. Pergerakan mata uang regional menunjukkan sentimen pasar yang relatif mendukung mata uang Asia pada awal perdagangan pekan ini.
Dolar Taiwan menjadi mata uang Asia dengan penguatan terbesar, yakni 0,45 persen. Setelahnya, won Korea menguat 0,24 persen, sementara rupiah berada di posisi berikutnya dengan kenaikan 0,23 persen.
Ringgit Malaysia juga menguat 0,20 persen terhadap dolar AS. Sementara itu, yen Jepang naik 0,16 persen dan baht Thailand menguat 0,12 persen.
Penguatan juga terjadi pada dolar Singapura sebesar 0,05 persen dan yuan China sebesar 0,04 persen. Dolar Hong Kong turut bergerak positif meski hanya naik 0,001 persen terhadap dolar AS.
Sebagaimana diberitakan Kontan, Senin (17/08/2026), pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa rupiah tidak bergerak sendiri dalam penguatan mata uang kawasan. Sebagian besar mata uang Asia tercatat menguat pada awal perdagangan.
Di sisi lain, peso Filipina menjadi satu-satunya mata uang Asia yang tercatat melemah terhadap dolar AS pada perdagangan pagi tersebut. Peso turun 0,16 persen.
Penguatan rupiah juga terjadi ketika indeks dolar AS bergerak turun. Indeks dolar yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia berada di level 99,50, lebih rendah dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya yang mencapai 99,66.
Pergerakan indeks dolar menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan pelaku pasar dalam mencermati arah nilai tukar rupiah. Pelemahan indeks tersebut menunjukkan tekanan terhadap dolar AS pada awal perdagangan Senin.
Dengan posisi Rp17.786 per dolar AS, rupiah mengawali perdagangan pekan ini dengan penguatan yang cukup signifikan dibandingkan penutupan sebelumnya. Perkembangan mata uang regional dan arah indeks dolar AS selanjutnya akan menjadi perhatian pasar dalam menentukan pergerakan rupiah sepanjang perdagangan. []
Redaksi01
