Harga Ayam Melonjak 14,29%, Pangan Nasional Bergerak Beragam
JAKARTA – Harga daging ayam ras segar menjadi komoditas pangan yang paling mencolok pada perdagangan pasar tradisional, Selasa (18/08/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI), harga daging ayam ras segar melonjak 14,29 persen menjadi Rp46.400 per kilogram.
Kenaikan tersebut terjadi ketika pergerakan harga pangan nasional secara umum berlangsung beragam. Sejumlah bahan pangan mengalami kenaikan, sementara komoditas lain, terutama beberapa jenis beras dan cabai, justru mencatat penurunan harga.
Data PIHPS BI yang diberitakan Bisnis, Selasa (18/08/2026), menunjukkan harga cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang ikut mengalami kenaikan. Harganya naik 3,91 persen menjadi Rp63.750 per kilogram.
Selain ayam dan cabai rawit merah, harga gula pasir premium turut meningkat 2,96 persen menjadi Rp20.900 per kilogram. Harga minyak goreng curah naik 1,95 persen menjadi Rp20.900 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I meningkat 1,03 persen menjadi Rp24.500 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada harga telur ayam ras segar yang mencapai 1,19 persen menjadi Rp29.800 per kilogram. Adapun harga gula pasir lokal tidak berubah dan masih berada di level Rp19.100 per kilogram.
Di kelompok komoditas hortikultura, pergerakan harga cenderung bervariasi. Harga bawang merah ukuran sedang turun tipis 0,25 persen menjadi Rp39.300 per kilogram, sementara bawang putih ukuran sedang bertahan di Rp40.650 per kilogram.
Penurunan lebih besar terjadi pada sejumlah jenis cabai. Harga cabai merah besar turun 4,88 persen menjadi Rp46.800 per kilogram. Cabai merah keriting turun 7,23 persen menjadi Rp47.500 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau menjadi salah satu komoditas dengan penurunan terbesar, yakni 8,51 persen menjadi Rp49.450 per kilogram.
Sementara itu, kelompok beras didominasi penurunan harga. Beras kualitas bawah I turun 3,7 persen menjadi Rp14.300 per kilogram. Beras medium I turun 1,52 persen menjadi Rp16.200 per kilogram dan beras medium II turun 1,85 persen menjadi Rp15.950 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada beras super I yang mencapai 2,25 persen menjadi Rp17.350 per kilogram dan beras super II sebesar 1,74 persen menjadi Rp16.900 per kilogram. Namun, beras kualitas bawah II bergerak berlawanan dengan kenaikan 0,34 persen menjadi Rp14.700 per kilogram.
Pada komoditas daging sapi, harga justru mengalami penurunan. Daging sapi kualitas I turun 1,56 persen menjadi Rp148.650 per kilogram, sedangkan kualitas II turun 1,62 persen menjadi Rp139.750 per kilogram.
Untuk minyak goreng, selain kenaikan pada jenis curah dan kemasan bermerek I, harga minyak goreng kemasan bermerek II tercatat tidak berubah di level Rp23.500 per kilogram.
Perbedaan arah pergerakan tersebut menunjukkan kondisi harga pangan nasional pada 18 Agustus belum seragam. Konsumen menghadapi kenaikan pada sejumlah kebutuhan protein dan bahan pokok tertentu, tetapi memperoleh penurunan harga pada beberapa jenis beras, cabai, serta daging sapi. []
Redaksi01
