Warga Serbu GPM Simpang Katis, Beras SPHP Paling Diburu

BANGKA TENGAH – Kebutuhan pangan masyarakat menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mendorong antusiasme warga Kecamatan Simpang Katis dalam memanfaatkan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan yang digelar di Halaman Kantor Camat Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (21/08/2026), menyediakan sejumlah bahan pokok dengan harga di bawah harga pasar.

Program tersebut menjadi salah satu upaya menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah meningkatnya aktivitas belanja menjelang sejumlah kegiatan keagamaan dan tradisi masyarakat.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Masyarakat berdatangan ke lokasi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut. Salah satu komoditas yang paling banyak diminati ialah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog dalam kemasan 5 kilogram yang dijual Rp59.000.

Selain beras, gula pasir PSM kemasan 1 kilogram dengan harga Rp18.000 juga menjadi salah satu pilihan warga. Panitia turut menyediakan paket sembako seharga Rp100.000 yang ikut diburu masyarakat.

Bupati Bangka Tengah (Bateng) Algafry Rahman mengatakan pelaksanaan GPM di Simpang Katis tidak hanya diarahkan untuk menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW.

Momentum tersebut dinilai relevan karena sejumlah desa di wilayah Simpang Katis dan Sungaiselan akan menggelar tradisi sedekah kampung. Tradisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan karena aktivitas belanja rumah tangga cenderung meningkat menjelang pelaksanaan kegiatan.

“Alhamdulillah, kita menempatkan hari ini di Kecamatan Simpang Katis pelaksanaan gerakan pangan murah. Sebenarnya juga dalam rangka mendukung kegiatan menuju acara Maulid-an, di beberapa desa lah di Kecamatan Simpang Katis khususnya, maupun Sungaiselan ada tradisi sedekah,” sebutnya.

Menurut Algafry, keberadaan GPM di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat langsung, terutama bagi warga yang membutuhkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Pemerintah daerah menempatkan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus intervensi untuk membantu masyarakat menghadapi kebutuhan belanja yang meningkat.

“Nah, jadi kita hari ini menempatkan di Desa Katis untuk kegiatan gerakan pangan murah ini supaya betul-betul bisa dimanfaatkan,” pungkasnya.

Pelaksanaan GPM juga memperlihatkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap program yang dapat memberikan akses pangan dengan harga lebih rendah. Ketersediaan beras, gula, dan paket sembako menjadi alternatif bagi warga untuk menekan pengeluaran rumah tangga menjelang rangkaian kegiatan keagamaan dan tradisi kampung.

Kegiatan tersebut sebagaimana diberitakan BabelNews, Jumat (21/08/2026), sekaligus menunjukkan bahwa stabilisasi harga pangan tidak hanya berkaitan dengan pengendalian harga di pasar, tetapi juga dengan upaya memperluas akses masyarakat terhadap komoditas kebutuhan pokok.

Pemerintah daerah diharapkan dapat terus menghadirkan program serupa pada momentum ketika kebutuhan masyarakat meningkat. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga daya beli menjelang berbagai kegiatan di tingkat desa. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *