Wamenperin: Jatim Konsisten Jadi Pasar Otomotif Terbesar Ketiga Nasional
SURABAYA – Kinerja penjualan kendaraan nasional sepanjang 2026 menunjukkan tren penguatan, dengan penjualan wholesale mencapai 517.000 unit dan penjualan ritel 511.000 unit pada Januari-Juli. Kondisi tersebut mendorong optimisme pemerintah bahwa penjualan kendaraan domestik dapat menembus 850.000 unit hingga akhir tahun.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan peningkatan pasar kendaraan nasional juga didukung posisi Jawa Timur (Jatim) sebagai salah satu pusat penjualan otomotif terbesar di Indonesia. Hal itu disampaikan saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 di Surabaya, Rabu (26/08/2026).
Faisol menyebut Jatim secara konsisten berada di peringkat ketiga nasional dalam penjualan kendaraan dengan pangsa pasar sekitar 9,7 persen. Posisi tersebut berada di bawah Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta yang memiliki pangsa sekitar 32-35 persen dan Jawa Barat sekitar 16-18 persen.
“Jawa Timur selalu konsisten menduduki peringkat ketiga dalam hal penjualan kendaraan nasional kita. Tahun lalu, pangsa pasarnya 9,7 persen,” kata Faisol sebagaimana dilansir Antara, Rabu (26/08/2026).
Besarnya pasar Jatim juga tercermin dari penjualan kendaraan pada 2024 yang mencapai 83.900 unit dari total penjualan nasional 865.723 unit. Pada 2025, ketika penjualan nasional berada di kisaran 803.000-840.000 unit, pangsa Jatim tercatat sekitar 9,1-9,5 persen atau setara dengan sekitar 73.000-79.000 unit.
Menurut Faisol, kekuatan pasar tersebut menjadi salah satu pertimbangan penyelenggaraan GIIAS di Surabaya. Kehadiran pameran otomotif berskala nasional di Jatim dinilai dapat memperkuat interaksi antara industri, konsumen, dan pelaku usaha di kawasan tersebut.
Prospek pasar otomotif juga terlihat dari capaian penjualan pada Juli 2026. Penjualan wholesale pada bulan tersebut mencapai 81.000 unit, meningkat 4,5 persen dibandingkan Juni dan melonjak 33,3 persen dibandingkan Juli 2025.
“Saya optimistis target penjualan domestik akan melampaui 850.000 unit tahun ini sehingga hampir bisa kita pastikan bahwa penjualan dalam negeri kita akan kembali menduduki peringkat pertama di kawasan,” ujarnya.
Dengan perkembangan tersebut, Faisol mendorong Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan seluruh pelaku industri otomotif mempertahankan momentum pertumbuhan. Pemerintah berharap peningkatan penjualan dapat membawa industri nasional kembali mendekati angka psikologis satu juta unit seperti yang pernah dicapai pada periode kejayaan pasar otomotif.
Selain mendorong pasar domestik, pemerintah juga menempatkan industri otomotif sebagai bagian penting dari penguatan sektor manufaktur. Faisol mengatakan industri pengolahan tumbuh 5,32 persen pada triwulan II 2026 dan menyumbang 16,83 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Industri pengolahan menjadi penyumbang PDB sebesar 16,83 persen atau setara dengan Rp1.102 triliun,” tuturnya.
Menurut dia, peningkatan kinerja industri otomotif perlu berjalan beriringan dengan perluasan ekspor. Dengan pasar domestik yang kembali menguat dan kapasitas produksi yang terus berkembang, industri otomotif diharapkan dapat meningkatkan kontribusinya terhadap PDB sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Penguatan pasar Jatim menjadi bagian dari gambaran tersebut. Dengan pangsa penjualan yang konsisten berada di posisi ketiga nasional, Jatim tidak hanya menjadi tujuan pemasaran kendaraan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem industri otomotif Indonesia. []
Redaksi01
