IHSG Menguat 44 Poin di Sesi Pertama, Seluruh Sektor Positif
JAKARTA – Bursa saham Indonesia menunjukkan penguatan yang merata pada perdagangan Kamis (27/08/2026) hingga akhir sesi pertama, dengan seluruh indeks sektoral bergerak di zona hijau dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,7 persen ke level 6.450,276.
Kenaikan indeks hingga pukul 12.00 WIB tersebut didukung aktivitas perdagangan yang cukup tinggi. Total volume transaksi mencapai 18,23 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp6,38 triliun. Sebanyak 466 saham mengalami kenaikan harga, sedangkan 145 saham melemah dan 169 saham bergerak tetap.
Penguatan di seluruh sektor menjadi salah satu penopang utama laju IHSG pada perdagangan sesi pertama. Indeks sektor barang konsumen nonprimer mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,19 persen, disusul indeks sektor transportasi dan logistik yang naik 2,14 persen.
Sektor properti dan real estate turut menguat 1,66 persen, sementara sektor energi meningkat 1,59 persen. Penguatan juga terjadi pada sektor perindustrian sebesar 1,51 persen dan sektor kesehatan sebesar 1,33 persen.
Indeks sektor infrastruktur naik 0,98 persen, diikuti sektor barang konsumen primer yang menguat 0,97 persen. Sektor barang baku bertambah 0,94 persen, sektor teknologi naik 0,45 persen, sedangkan sektor keuangan menguat 0,13 persen.
Secara indeks, IHSG bertambah 44,591 poin dari posisi sebelumnya. Penguatan tersebut membawa indeks bertahan di kisaran 6.450 pada penutupan sesi pertama perdagangan, mencerminkan dominasi saham-saham yang mengalami kenaikan dibandingkan saham yang melemah.
Pada jajaran Indeks LQ45, PT Indika Energy Tbk (INDY) menjadi salah satu saham dengan kenaikan tertinggi setelah menguat 3,02 persen. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyusul dengan kenaikan 2,86 persen, sedangkan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) meningkat 2,75 persen.
Namun, tidak seluruh saham dalam kelompok Indeks LQ45 bergerak positif. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar setelah melemah 1,15 persen. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 0,98 persen, sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terkoreksi 0,82 persen.
Pergerakan perdagangan sesi pertama tersebut juga berlangsung ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan di tengah perdagangan. Meski demikian, pasar saham domestik masih mampu mencatatkan penguatan yang ditopang kenaikan saham pada berbagai sektor.
Dengan seluruh indeks sektoral berada di zona positif, arah perdagangan hingga penutupan pasar akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat keberlanjutan momentum penguatan IHSG pada sisa perdagangan Kamis, sebagaimana dilansir Kontan, Kamis, (27/08/2026). []
Redaksi01
