IHSG Dibuka Positif, PTBA hingga WIFI Pimpin Penguatan LQ45

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan September 2026 dengan penguatan yang ditopang hampir seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga pukul 09.09 Waktu Indonesia Barat (WIB), Selasa (01/09/2026), IHSG naik 39,06 poin atau 0,60 persen ke level 6.564,538.

Kenaikan indeks pada awal perdagangan berlangsung cukup merata setelah hampir seluruh indeks sektoral bergerak di zona hijau. Sektor perindustrian mencatatkan penguatan tertinggi dengan kenaikan 1,01 persen dan menjadi salah satu pendorong utama laju IHSG pada perdagangan pagi.

Penguatan juga terjadi pada sektor teknologi, keuangan, transportasi dan logistik, serta energi. Sejumlah sektor lainnya turut bergerak positif, yakni sektor kesehatan, barang baku, infrastruktur, barang konsumen nonprimer, dan barang konsumen primer.

Di tengah penguatan mayoritas sektor tersebut, sektor properti dan real estate menjadi satu-satunya sektor yang bergerak melemah. Indeks sektor ini turun 0,12 persen pada awal perdagangan sehingga bergerak berlawanan arah dengan sembilan sektor lainnya.

Dari jajaran saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam Indeks LQ45, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan kenaikan tertinggi dengan penguatan 6,25 persen. Posisi berikutnya ditempati PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang naik 5,71 persen, disusul PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan penguatan 2,27 persen.

Sementara itu, tekanan jual masih terlihat pada sejumlah saham anggota LQ45. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjadi saham dengan penurunan terdalam setelah melemah 3,44 persen. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 3,13 persen, sedangkan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) terkoreksi 2 persen.

Pergerakan tersebut menunjukkan penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan tidak hanya bertumpu pada satu kelompok saham, melainkan didukung oleh pergerakan positif yang meluas di berbagai sektor. Kondisi ini terjadi ketika sebagian besar indeks sektoral mampu mempertahankan tren penguatan pada perdagangan pagi.

Data pergerakan pasar tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Selasa (01/09/2026). Perkembangan perdagangan selanjutnya masih akan menjadi perhatian pelaku pasar, terutama untuk melihat apakah penguatan yang terjadi pada awal sesi dapat bertahan hingga penutupan perdagangan.

Kinerja sektor perindustrian serta pergerakan saham-saham unggulan LQ45 diperkirakan tetap menjadi salah satu faktor yang dicermati sepanjang perdagangan. Di sisi lain, pelemahan pada sektor properti dan real estate menjadi catatan tersendiri karena menjadi satu-satunya sektor yang belum mengikuti penguatan pasar secara umum pada awal September 2026. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *