Koperasi Makassar Didorong Perkuat Tata Kelola dan Daya Saing
MAKASSAR – Koperasi di Kota Makassar didorong memperkuat tata kelola dan kualitas pengelolaan usaha agar mampu bertahan di tengah persaingan dunia usaha yang semakin dinamis. Penguatan tersebut dinilai penting bukan hanya untuk menjaga keberlangsungan koperasi, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan mitra usaha dan investor.
Dorongan itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kadis Koperasi dan UKM) Kota Makassar Arlin Ariesta saat membuka Workshop Penilaian Kesehatan Koperasi bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP) tahun buku 2025 di Maleo Hotel Makassar, Rabu (02/09/2026).
Menurut Arlin, kemampuan koperasi membangun kepercayaan tidak terlepas dari kepatuhan terhadap tata kelola organisasi. Salah satu indikator penting yang harus dijalankan secara rutin ialah Rapat Anggota Tahunan (RAT).
“Kepatuhan koperasi di antaranya adalah kepatuhan melaksanakan RAT setiap tahun. Hal ini menjadi salah satu indikator bahwa koperasi dikelola secara sehat dan bertanggung jawab,” ujar Arlin Ariesta dalam sambutannya, sebagaimana dilansir RRI, Rabu, (02/09/2026).
RAT menjadi bagian penting dalam pengelolaan koperasi karena menjadi ruang bagi anggota untuk mengetahui perkembangan organisasi dan usaha sekaligus terlibat dalam pengambilan keputusan. Dengan pelaksanaan yang konsisten, koperasi diharapkan memiliki tata kelola yang lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Arlin menilai aspek pengelolaan tersebut semakin penting ketika koperasi harus berhadapan dengan perkembangan dunia usaha yang terus berubah. Koperasi tidak cukup hanya menjalankan kegiatan usaha, tetapi perlu memperkuat manajemen, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga kepercayaan anggota.
Kepercayaan tersebut juga berpotensi menjadi modal bagi koperasi untuk memperluas jejaring usaha. Pengelolaan yang profesional dinilai dapat meningkatkan keyakinan pihak luar untuk menjalin kemitraan maupun menanamkan investasi.
“Pengelolaan yang baik menimbulkan kepercayaan dan dapat menarik mitra untuk investasi dan kerja sama dengan koperasi,” jelasnya.
Untuk memperkuat kemampuan pengurus dalam mengevaluasi kondisi koperasi, Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar menggelar workshop penilaian kesehatan koperasi tersebut. Kegiatan ini diarahkan agar peserta memahami evaluasi kinerja sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan kelembagaan dan kegiatan usaha.
Selain aspek internal, Arlin mengingatkan koperasi untuk memastikan kegiatan usahanya tetap relevan dengan kebutuhan anggota dan mampu menghadapi kompetisi. Penguatan manajemen dan pelayanan menjadi bagian dari upaya mempertahankan keberadaan koperasi sekaligus meningkatkan manfaatnya bagi anggota serta masyarakat.
Workshop tersebut diikuti 100 peserta yang merupakan utusan koperasi se-Kota Makassar. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 2-3 September 2026.
Pelaksanaan kegiatan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teknis mengenai penilaian kesehatan koperasi. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan masing-masing koperasi sehingga peningkatan tata kelola berjalan beriringan dengan penguatan usaha.
Dengan pengelolaan yang semakin profesional, koperasi di Makassar diharapkan mampu membangun kepercayaan anggota, memperluas peluang kemitraan, meningkatkan daya saing, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar secara berkelanjutan. []
Redaksi01
