Rupiah Perkasa, Ditutup di Rp17.679 per Dolar AS

JAKARTA – Rupiah mengakhiri perdagangan Kamis (03/09/2026) dengan penguatan cukup signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sekaligus mencatat kinerja positif di tengah dominasi penguatan mata uang Asia. Rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp17.679 per dolar AS, menguat 0,47% dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya sebesar Rp17.763 per dolar AS.

Penguatan tersebut menempatkan rupiah sebagai salah satu mata uang Asia yang mencatat apresiasi pada perdagangan hari ini. Pergerakan mata uang kawasan secara umum menunjukkan tren positif terhadap dolar AS, dengan yen Jepang menjadi penguat paling besar.

Hingga pukul 15.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), yen Jepang menguat 1,01%. Posisi tersebut diikuti baht Thailand yang naik 0,62%, rupee India yang terapresiasi 0,52%, serta rupiah yang menguat 0,47%.

Sementara itu, dolar Singapura terkerek 0,15% dan peso Filipina menguat 0,06%. Yuan China juga mencatat apresiasi, meskipun relatif tipis, yakni sebesar 0,03%.

Ringgit Malaysia dan won Korea Selatan masing-masing bergerak naik 0,02%. Adapun dolar Hong Kong mencatat penguatan paling tipis di antara mata uang Asia yang berada di zona positif, yakni sebesar 0,009%.

Dengan demikian, penguatan rupiah berlangsung dalam konteks pergerakan positif mayoritas mata uang regional. Hanya dolar Taiwan yang tercatat melemah pada perdagangan Kamis, dengan penurunan 0,1% terhadap dolar AS.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa penguatan mata uang Asia tidak hanya terjadi pada rupiah. Yen Jepang menjadi perhatian utama karena kenaikannya mencapai lebih dari 1%, atau jauh melampaui apresiasi mata uang kawasan lainnya.

Bagi rupiah, kenaikan ke level Rp17.679 per dolar AS memperlihatkan adanya perbaikan posisi dibandingkan perdagangan sebelumnya. Dalam satu hari, rupiah menguat Rp84 per dolar AS dari posisi Rp17.763.

Penguatan rupiah juga terjadi ketika mata uang kawasan bergerak relatif seragam. Kondisi tersebut membuat kinerja mata uang regional menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam melihat arah pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

Di sisi lain, pelemahan dolar Taiwan menjadi pengecualian di tengah kecenderungan positif tersebut. Mata uang Taiwan turun 0,1% terhadap dolar AS, sementara mata uang utama Asia lainnya yang tercantum dalam perdagangan hari ini masih mampu mempertahankan penguatan.

Perbedaan kinerja antar-mata uang tersebut menunjukkan bahwa pasar valuta asing kawasan tetap bergerak dinamis. Penguatan rupiah pada perdagangan Kamis menjadi bagian dari tren apresiasi mata uang Asia, meskipun besaran kenaikannya berbeda-beda, sebagaimana diberitakan Kontan, Kamis, (03/09/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *