CIEIE 2026 dan Energy Week 2026 Perkuat Jaringan Industri Indonesia

JAKARTA – Peluang memperluas pasar dan membangun kemitraan bisnis menjadi salah satu daya tarik utama rangkaian pameran internasional yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada awal September 2026. Dua agenda besar, yakni China Indonesia International E-Commerce Industry Expo (CIEIE) 2026 dan Indonesia Energy & Engineering Series – Energy Week 2026, mempertemukan pelaku usaha dengan pemasok, produsen, pemilik merek, hingga penyedia teknologi dari berbagai negara.

CIEIE 2026 yang berlangsung pada 3-5 September 2026 di Hall B dan C JIExpo Kemayoran diarahkan tidak hanya sebagai ajang promosi produk, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha Indonesia untuk mencari pemasok dan membuka peluang perdagangan lintas negara.

Pameran tersebut diikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai kategori industri. Penyelenggara menargetkan jumlah pengunjung menembus lebih dari 35 ribu orang selama pelaksanaan.

Ragam produk yang ditampilkan mencakup kebutuhan rumah tangga, sektor ritel, elektronik, produk business to business (B2B), mesin, hingga berbagai kebutuhan industri. Keragaman tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk membandingkan produk sekaligus menemukan alternatif pemasok sesuai kebutuhan bisnis.

Selain melihat produk secara langsung, pelaku usaha dapat memanfaatkan CIEIE 2026 untuk melakukan pencarian produk, berkomunikasi dengan pemasok, serta menjajaki kegiatan sourcing dan business matching. Pola pertemuan langsung ini dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha nasional yang ingin membangun jaringan dengan mitra dari Tiongkok.

Sementara itu, peluang pengembangan bisnis juga datang dari sektor energi dan teknologi industri melalui Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Energy Week 2026. Agenda tersebut berlangsung pada 2-5 September 2026 dan menghadirkan perusahaan serta teknologi yang berkaitan dengan kebutuhan energi dan infrastruktur industri.

Salah satu bagian utama dalam rangkaian tersebut adalah Electric & Power Indonesia 2026 yang memasuki penyelenggaraan ke-24. Pameran ini memperlihatkan berbagai teknologi dan peralatan untuk pembangkitan listrik, energi terbarukan, transmisi, distribusi, serta kebutuhan instalasi kelistrikan.

Electric & Power Indonesia digelar bersamaan dengan The Battery Show Indonesia dan Data Center Asia–Indonesia. Kehadiran ketiga pameran tersebut memperlihatkan semakin eratnya hubungan antara kebutuhan listrik, teknologi penyimpanan energi, dan pertumbuhan infrastruktur digital.

Keterkaitan itu juga terlihat dari materi yang dibahas dalam agenda IEE Energy Week pada Kamis, 3 September 2026. Salah satu pembahasannya menyangkut pengembangan sistem distribusi dan jaringan listrik yang lebih adaptif, termasuk Advanced Distribution Management System (ADMS), distribusi otomatis, serta teknologi self-healing network yang memungkinkan jaringan melakukan pemulihan secara mandiri.

Rangkaian Energy Week 2026 menempati area lebih dari 20 ribu meter persegi dan diikuti 451 perusahaan dari 28 negara. Penyelenggara juga menjadwalkan 21 sesi seminar yang menghadirkan puluhan pembicara dari berbagai bidang industri.

Skala penyelenggaraan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pameran mulai berkembang menjadi ruang pertemuan berbagai kepentingan industri. Pelaku usaha tidak hanya mendapatkan informasi mengenai produk, tetapi juga dapat mengamati arah perkembangan teknologi, menemukan calon mitra, serta memperoleh gambaran mengenai kebutuhan pasar.

Bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta perusahaan nasional, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas jaringan sekaligus mencari peluang kerja sama baru. Interaksi langsung dengan produsen dan penyedia teknologi juga dapat membantu pelaku usaha mengenali produk yang berpotensi mendukung efisiensi dan pengembangan kegiatan bisnis.

Dari sisi industri, pertemuan antara sektor perdagangan, energi, teknologi, dan infrastruktur digital dalam satu rangkaian kegiatan membuka peluang terbentuknya kerja sama lintas sektor. Hal tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan dunia usaha untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi dan persaingan pasar global.

Dengan berlangsungnya dua agenda internasional tersebut, JIExpo Kemayoran tidak hanya menjadi lokasi pameran, tetapi juga menjadi titik temu bagi pelaku bisnis yang mencari pasar, teknologi, pemasok, dan mitra strategis. Kehadiran berbagai perusahaan dari dalam dan luar negeri diharapkan dapat memperluas akses usaha nasional terhadap perkembangan industri global, sebagaimana diberitakan RRI, Kamis, (03/09/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *