Erupsi Anak Krakatau Ancam Okupansi Hotel, Wisatawan Bisa Ubah Rencana

JAKARTA – Gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi mengubah pola perjalanan wisatawan dan menekan tingkat hunian hotel di sejumlah daerah. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menilai dampaknya dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari pembatalan pemesanan hingga perubahan jadwal dan durasi menginap.

Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran mengatakan, sektor perhotelan sangat bergantung pada kelancaran mobilitas wisatawan, terutama tamu yang datang dari luar daerah melalui jalur udara. Ketika penerbangan terganggu, hotel di destinasi yang mengandalkan konektivitas udara ikut menghadapi risiko penurunan permintaan kamar.

Kondisi tersebut tidak hanya menyangkut wisatawan yang membatalkan perjalanan. Sebagian calon tamu dapat memilih menunda keberangkatan atau menjadwalkan kembali perjalanan sampai situasi dinilai lebih aman.

“Ada wilayah-wilayah yang juga menjadi target dari wisatawan itu juga bisa terjadi cancellation karena memang yang namanya bencana tentu masyarakat ataupun traveler itu juga menghindari hal-hal yang mungkin mereka khawatirkan,” kata Maulana, yang akrab disapa Alan, sebagaimana dikutip Kabarbisnis, Selasa (08/09/2026).

Menurut Alan, perubahan perilaku wisatawan tersebut dapat membuat tekanan terhadap tingkat hunian hotel berlangsung dengan pola yang berbeda-beda. Ada wisatawan yang membatalkan perjalanan, tetapi ada pula yang tetap datang dan menyesuaikan waktu perjalanannya.

Sebagian wisatawan bahkan berpotensi memperpanjang masa tinggal apabila penerbangan yang akan membawa mereka pulang mengalami penundaan. Situasi ini membuat dampak erupsi terhadap perhotelan tidak sepenuhnya dapat dipandang sebagai penurunan okupansi.

“Jadi ada yang shorten, ada yang reschedule, tapi ada juga yang akhirnya extend karena memang penerbangannya tertahan,” ujarnya.

Pola tersebut terutama dapat terjadi pada penumpang penerbangan internasional dan wisatawan antarpulau yang memiliki keterbatasan pilihan transportasi alternatif. Ketika penerbangan menjadi satu-satunya akses praktis untuk melanjutkan perjalanan, perubahan jadwal pesawat secara langsung dapat memengaruhi lama wisatawan berada di suatu daerah.

PHRI hingga kini belum menghitung secara pasti potensi kerugian materiil yang mungkin dialami industri perhotelan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Penghitungan tersebut membutuhkan data dari pelaku usaha di berbagai daerah yang terdampak gangguan mobilitas.

“Tentu karena kita harus tahu dari masing-masing, per wilayahnya. Karena ini yang terlibat bukan hanya satu provinsi, tapi ada beberapa provinsi yang juga terlibat di sini,” kata Alan.

Besarnya dampak terhadap bisnis hotel nantinya akan sangat dipengaruhi oleh durasi gangguan penerbangan dan cakupan wilayah yang terdampak. Jika gangguan berlangsung dalam waktu panjang, tekanan terhadap pemesanan kamar, aktivitas wisata, serta sektor usaha yang bergantung pada kunjungan wisatawan berpotensi semakin besar.

Sebaliknya, apabila kondisi penerbangan kembali normal dalam waktu relatif singkat, dampaknya terhadap industri perhotelan diperkirakan dapat lebih terbatas. Karena itu, pelaku usaha masih membutuhkan perkembangan informasi mengenai kondisi erupsi dan operasional penerbangan sebelum menghitung dampak ekonominya secara menyeluruh.

PHRI juga mengingatkan wisatawan untuk memperhatikan perkembangan status erupsi serta informasi penerbangan sebelum melakukan perjalanan. Langkah tersebut penting terutama bagi calon penumpang yang menggunakan bandara dengan konektivitas tinggi dan menjadi titik penghubung menuju berbagai destinasi.

Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu simpul transportasi yang mendapat perhatian karena gangguan pada penerbangan dari dan menuju bandara tersebut dapat menimbulkan efek berantai terhadap perjalanan wisatawan. Perubahan jadwal penerbangan di satu titik dapat berpengaruh terhadap rencana perjalanan dan pemesanan akomodasi di daerah tujuan.

“Potensinya terjadi penundaan atau gagal untuk berangkat tinggi, khususnya penerbangan dari wilayah-wilayah yang dekat dengan erupsi gunung tersebut. Yang paling besar itu adalah Bandara Soekarno-Hatta. Itu sudah pasti,” tutupnya. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *