IHSG Sesi I Turun 38 Poin, Perdagangan Saham Tetap Ramai
JAKARTA – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi pertama, Rabu (09/09/2026), berlangsung ramai meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus berakhir di zona merah. IHSG turun 38,95 poin atau 0,58 persen ke level 6.647,5.
Di tengah pelemahan indeks utama tersebut, nilai transaksi saham hingga penutupan sesi I mencapai Rp8,32 triliun. Aktivitas investor juga tercermin dari volume perdagangan yang mencapai 21,61 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,31 juta kali.
Pergerakan pasar menunjukkan tekanan tidak terjadi secara merata pada seluruh saham. Sejumlah emiten justru mencatat kenaikan signifikan dan menjadi penggerak perdagangan pada sesi pertama.
Saham Pool Advista Finance dengan kode POLA menjadi salah satu pencetak kenaikan terbesar. POLA melonjak 18 poin atau 25,71 persen ke level 88.
Kenaikan berikutnya dicatat Dua Putra Utama Makmur (DPUM) yang bertambah 21 poin atau 20,19 persen menjadi 125. Magna Investama Mandiri (MGNA) juga menguat 15 poin atau 15,79 persen ke level 110.
Sementara itu, Multi Spunindo Jaya (MSJA) naik 95 poin atau 15,32 persen menjadi 715. Mineral Sumberdaya Mandiri (AKSI) melengkapi jajaran lima saham dengan penguatan terbesar setelah naik 40 poin atau 14,39 persen ke level 318.
Di sisi lain, sejumlah saham mengalami tekanan cukup dalam. Agro Bahari Nusantara (UDNG) menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni berkurang 80 poin atau 9,88 persen menjadi 730.
Hetzer Medical Indonesia (MEDS) turun 10 poin atau 9,71 persen ke level 93. Lima Dua Lima Tiga (LUCY) melemah 46 poin atau 9,62 persen menjadi 432, sedangkan Intermedia Capital (MDIA) turun 22 poin atau 9,32 persen ke level 214.
Fortune Indonesia (FORU) juga masuk jajaran saham dengan pelemahan terbesar setelah terkoreksi 240 poin atau 6,49 persen menjadi 3.460.
Dari sisi nilai transaksi, Bank Central Asia (BBCA) menjadi saham yang paling banyak diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp733,94 miliar. Posisi berikutnya ditempati Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) sebesar Rp527,90 miliar.
Aneka Tambang (ANTM) mencatat nilai transaksi Rp271,38 miliar, diikuti Amman Mineral Internasional (AMMN) sebesar Rp255,62 miliar dan Bank Rakyat Indonesia (Persero) (BBRI) senilai Rp252,21 miliar.
Sementara dari sisi volume, BIPI memimpin dengan 32,95 juta lembar saham. Bumi Resources (BUMI) berada di urutan berikutnya dengan 9,07 juta lembar, disusul Wahana Interfood Nusantara (COCO) sebanyak 7,40 juta lembar.
Karya Pacific Energy (IATA) mencatat volume perdagangan 6,13 juta lembar, sedangkan Bersama Zatta Jaya (ZATA) mencapai 4,75 juta lembar saham.
Pergerakan bursa regional Asia pada waktu yang sama juga berlangsung beragam. Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat naik 0,08 persen ke level 65.323. Sebaliknya, Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,16 persen menjadi 25.278.
Indeks SSE Composite China menguat 0,24 persen ke level 3.949,89, sementara Indeks Straits Times Singapura melemah 0,64 persen ke posisi 5.730,8.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelemahan IHSG pada sesi pertama terjadi ketika pasar saham Asia bergerak tidak seragam. Bagi investor, pergerakan saham berdasarkan sektor dan emiten menjadi salah satu perhatian penting karena penguatan sejumlah saham tetap berlangsung di tengah tekanan terhadap indeks secara keseluruhan. []
Redaksi01
