Rupiah Makin Tertekan, Ditutup Rp17.611 per Dolar AS
JAKARTA – Rupiah kembali berada di bawah tekanan pada akhir perdagangan Jumat (11/09/2026), dengan pelemahan 0,36 persen menjadi Rp17.611 per dolar Amerika Serikat (AS). Penurunan tersebut menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia pada perdagangan hari ini.
Posisi rupiah melemah dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level Rp17.547 per dolar AS. Dengan demikian, mata uang domestik mencatat penurunan sebesar 64 poin dibandingkan posisi sebelumnya.
Tekanan terhadap rupiah terjadi ketika pergerakan mata uang Asia berlangsung beragam hingga akhir perdagangan. Pada pukul 15.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), dolar Taiwan menjadi mata uang yang mencatat pelemahan terdekat dengan rupiah setelah turun 0,30 persen terhadap greenback.
Mata uang India, rupee, juga tertekan dengan pelemahan 0,27 persen. Setelah itu, peso Filipina turun 0,26 persen, sedangkan ringgit Malaysia terkoreksi tipis 0,07 persen.
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia mampu menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menjadi penguat terbesar setelah naik 0,41 persen. Yen Jepang menyusul dengan apresiasi 0,13 persen, kemudian baht Thailand menguat 0,11 persen.
Dolar Singapura juga naik 0,04 persen, sementara yuan China menguat 0,03 persen. Adapun dolar Hong Kong bergerak relatif stabil dengan kecenderungan menguat pada akhir perdagangan.
Perbedaan kinerja tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah berlangsung lebih kuat dibandingkan sebagian besar mata uang utama Asia pada perdagangan Jumat. Pergerakan mata uang regional masih menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pelaku pasar dalam mencermati arah nilai tukar terhadap dolar AS.
Pergerakan rupiah dan mata uang Asia tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Jumat (11/09/2026), berlangsung dalam kondisi pasar regional yang bergerak bervariasi.
Dengan penutupan di Rp17.611 per dolar AS, perkembangan rupiah selanjutnya akan kembali menjadi perhatian pasar, terutama dalam melihat arah pergerakan mata uang domestik terhadap dolar AS dan posisi rupiah dibandingkan mata uang negara-negara Asia lainnya. []
Redaksi01
