Superbank Tahan Bunga Deposito hingga 7,5 Persen, Ini Alasannya

JAKARTA – PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) memilih mempertahankan tingkat bunga deposito 6 persen hingga 7,5 persen meski terjadi dinamika suku bunga acuan sepanjang tahun ini. Strategi tersebut ditempuh untuk menjaga konsistensi nilai bagi nasabah sekaligus mempertahankan kepercayaan terhadap produk simpanan bank digital tersebut.

Direktur Keuangan (Dirkeu) Superbank Melisa Hendrawati mengatakan tingkat bunga deposito yang saat ini ditawarkan belum berubah sejak Juni 2024. Kebijakan itu dipertahankan meskipun Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebanyak 100 basis points (bps) menjadi 5,75 persen sepanjang tahun ini.

“Belum naik, belum turun. Tetap begitu,” ujar Melisa, sebagaimana dikutip Kontan, Minggu (13/09/2026).

Menurut Melisa, kestabilan tingkat bunga merupakan bagian dari upaya Superbank memberikan nilai yang konsisten kepada nasabah. Perubahan bunga yang terlalu sering dinilai dapat membuat nasabah kesulitan menyesuaikan keputusan penempatan dana.

“Naik turun itu bikin pusing, customer pusing. Saya juga di posisi customer, saya tidak mau bikin customer pusing,” katanya.

Kemampuan mempertahankan tingkat bunga tersebut, lanjut Melisa, didukung model operasional Superbank sebagai bank digital yang dinilai lebih efisien dibandingkan pola operasional perbankan konvensional. Superbank tidak memiliki jaringan kantor cabang dan menjalankan kegiatan operasional dengan jumlah karyawan yang lebih terbatas.

Efisiensi tersebut kemudian dapat dialokasikan kembali untuk memberikan nilai kepada nasabah, termasuk melalui tingkat imbal hasil simpanan.

“Apapun yang kita bisa save dari cara-cara konvensional, tanpa ada branch dan juga sangat efisien dari segi operating modelnya, kita kasih balik ke customer,” jelas Melisa.

Strategi mempertahankan nilai bagi nasabah tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) Superbank. Melisa menyebut DPK perseroan telah meningkat lebih dari 80 persen secara tahunan, sedangkan penyaluran kredit tumbuh sekitar 50-60 persen secara tahunan.

Pertumbuhan DPK yang signifikan tersebut dinilai tidak terlepas dari meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap Superbank. Karena itu, bank berupaya mempertahankan konsistensi tidak hanya melalui tingkat bunga, tetapi juga dari sisi pelayanan.

“Untuk mendapatkan trust dari customer itu enggak mudah. DPK itu bisa tumbuh seperti itu karena ada trust,” ujar Melisa.

Melisa menegaskan bahwa mempertahankan kepercayaan nasabah juga membutuhkan kualitas layanan yang mampu memahami kebutuhan pengguna. Dengan demikian, strategi Superbank tidak hanya bertumpu pada tingkat bunga deposito, tetapi juga pada pengalaman nasabah secara keseluruhan.

“Customer service-nya harus bagus, harus mengerti kebutuhan customer,” pungkasnya. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *