55 Hotel, Homestay, Restoran dan Kafe Rusak Akibat Gempa M 7,7 Flores
MANGGARAI BARAT – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026, beserta rangkaian gempa susulan, telah merusak sedikitnya 55 unit usaha pariwisata di sejumlah kabupaten. Sebanyak 11 di antaranya mengalami kerusakan berat, sementara data kerusakan masih terus diverifikasi bersama pemerintah daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy Marpaung, mengatakan pendataan masih berlangsung untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus status operasional seluruh usaha pariwisata yang terdampak.
“Data mengenai tingkat kerusakan dan status operasional masih terus dimutakhirkan bersama pemerintah daerah,” kata Andhy, Minggu (13/09/2026), sebagaimana diberitakan Detiktravel, Minggu, (13/09/2026).
Sektor perhotelan menjadi jenis usaha yang paling banyak terdampak dengan total 29 unit mengalami kerusakan di Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Nagekeo, dan Kabupaten Sikka. Dua hotel tercatat mengalami rusak berat, sedangkan 27 lainnya mengalami rusak ringan.
Kabupaten Manggarai Barat menjadi wilayah dengan jumlah hotel terdampak terbanyak, yakni 18 unit. Jayakarta Hotel mengalami kerusakan berat, sedangkan sejumlah hotel lain mengalami rusak ringan, di antaranya Hotel Green Prundi, Hotel Mehara, Hotel Orange, Parlezo Hotel, Hotel Wisata, Mohini Komodo Resort, Luwansa Beach Resort, La Cecile Hotel & Cafe, dan Hotel Matahari.
Di Kabupaten Manggarai, lima hotel mengalami kerusakan. Tempode Resort tercatat rusak berat, sementara Hotel Indah, Ruteng Glamping, Ara Garden Inn, dan Wisma Pong mengalami rusak ringan.
Kerusakan juga tercatat pada satu hotel di Kabupaten Nagekeo, yakni Hotel Santalum Danga Aesesa, serta empat hotel di Kabupaten Sikka. Seluruh hotel yang terdampak di kedua wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Selain hotel, gempa dan susulannya merusak 22 unit penginapan keluarga atau homestay. Sebanyak tujuh unit mengalami rusak berat, sedangkan 15 lainnya rusak ringan.
Di Kabupaten Manggarai terdapat lima homestay terdampak, termasuk tiga unit yang mengalami kerusakan berat. Satu unit homestay rusak tercatat di Kabupaten Nagekeo, sementara Kabupaten Ende mencatat 16 unit terdampak dengan empat di antaranya mengalami kerusakan berat.
Dampak gempa turut menjangkau sektor kuliner. Dua restoran dan dua kafe dilaporkan mengalami kerusakan di Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Ende.
BPOLBF bersama pemerintah daerah masih memutakhirkan data untuk mengetahui kondisi kerusakan dan operasional usaha secara menyeluruh. Hasil verifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penanganan dan pemulihan fasilitas pariwisata agar aktivitas wisata di Flores dapat kembali berjalan secara optimal setelah terdampak gempa. []
Redaksi01
