Pasar Murah Riau Kembali Digelar, Cek Lokasi dan Harga Pangan

RIAU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memperluas jangkauan operasi pasar murah ke lima lokasi selama pekan ini sebagai upaya menjaga akses masyarakat terhadap bahan pokok sekaligus menekan gejolak harga. Kegiatan tersebut digelar di empat titik di Kota Pekanbaru dan satu titik di Kabupaten Kampar.

Operasi pasar murah tersebut dijalankan Pemprov Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Riau bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Riau Pangan Bertuah. Pelaksanaannya berlangsung mulai Senin hingga Jumat, 14-18 September 2026, dengan lokasi yang berpindah setiap hari.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Riau Tetty Nurdianti mengatakan kegiatan diawali di Halaman Masjid Babussalam, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Pekanbaru, Senin (14/09/2026).

“Untuk pekan ini dimulai di Kota Pekanbaru. Tepatnya, pagi ini di Halaman Masjid Babussalam, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat,” kata Tetty.

Sehari berikutnya, Selasa (15/09/2026), layanan pasar murah berpindah ke Halaman Kantor Desa Pandau Jaya, Kampar. Setelah itu, kegiatan kembali menyasar Pekanbaru dengan dua lokasi berbeda.

“Untuk Operasi Pasar Murah selanjutnya, akan kembali digelar di Pekanbaru. Pada Rabu, 16 September di Halaman Kantor Lurah Pebatuan, Kecamatan Kulim dan Kamis, 17 September di Halaman Kantor Lurah Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada Jumat (18/09/2026) di Halaman Kantor Lurah Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur. Dengan pola berpindah lokasi tersebut, pemerintah berupaya mendekatkan akses bahan pokok kepada masyarakat di sejumlah kawasan.

Tetty mengatakan operasi pasar tidak hanya diarahkan untuk menyediakan komoditas dengan harga yang terjangkau, tetapi juga menjaga kelancaran pasokan dan distribusi sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan,” sebutnya sebagaimana diberitakan Riau Aktual, Senin, (14/09/2026).

Sejumlah bahan pokok disiapkan dalam kegiatan tersebut. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp60.000 per 5 kilogram, sedangkan beras Anak Daro dan Sokan tersedia Rp169.000 per 10 kilogram atau Rp84.500 per 5 kilogram.

Selain beras, gula pasir dipasarkan dengan harga Rp18.000 per kilogram. Minyak goreng kemasan MinyaKita dibanderol Rp15.500 per bungkus. Sementara itu, garam Krista dijual Rp2.000 per 200 gram dan garam Nusantara Rp2.000 per 250 gram.

Komoditas lainnya yang tersedia ialah telur dengan harga Rp49.000 per papan. Kehadiran sejumlah kebutuhan pokok tersebut diharapkan memberi alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Untuk menjaga kelancaran kegiatan, masyarakat diminta mengikuti antrean secara tertib dan datang sesuai waktu pelaksanaan. Pemerintah juga mengimbau warga membawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

“Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, guna mengurangi penggunaan kantong plastik,” pungkasnya. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *