Cek Bunga Deposito BRI, BNI dan Mandiri per 14 September 2026
JAKARTA – Suku bunga deposito di tiga bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, masih berada pada kisaran 2,25 persen hingga 3 persen per tahun berdasarkan pemantauan hingga Senin (14/09/2026).
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan potensi perubahan arah suku bunga sejumlah bank sentral dunia, deposito tetap menawarkan kepastian imbal hasil sesuai tenor yang dipilih nasabah. Dari tiga bank tersebut, BRI mencatat bunga deposito tertinggi hingga 3 persen per tahun, sedangkan BNI menawarkan bunga tertinggi 2,75 persen dan Bank Mandiri sebesar 2,50 persen.
Berdasarkan pemantauan melalui situs resmi masing-masing bank, sebagaimana dilansir CNBC Indonesia, Senin (14/09/2026), BRI menetapkan bunga deposito rupiah sebesar 3 persen per tahun untuk tenor satu, tiga, dan enam bulan. Sementara deposito dengan tenor 12, 24, dan 36 bulan menawarkan bunga 2,50 persen per tahun.
Ketentuan tersebut berbeda dibandingkan skema sebelumnya. Bunga deposito BRI tenor satu bulan turun dari 3,25 persen menjadi 3 persen, sedangkan tenor tiga bulan turun dari 3,50 persen menjadi 3 persen. Bunga untuk tenor 12, 24, dan 36 bulan juga berkurang dari 3 persen menjadi 2,50 persen, sementara tenor enam bulan tetap berada di level 3 persen.
BNI masih menetapkan setoran awal deposito rupiah sebesar Rp5 juta dengan pilihan tenor satu, tiga, enam, 12, dan 24 bulan. Suku bunga yang ditawarkan tidak dibedakan berdasarkan jumlah dana yang ditempatkan nasabah.
Untuk tenor satu bulan, BNI menawarkan bunga 2,25 persen per tahun. Bunga meningkat menjadi 2,50 persen untuk tenor tiga bulan dan mencapai level tertinggi 2,75 persen pada tenor enam bulan. Adapun deposito tenor 12 dan 24 bulan sama-sama menawarkan bunga 2,50 persen per tahun.
Sementara itu, Bank Mandiri menyediakan pembukaan deposito melalui kantor cabang maupun aplikasi Livin’ by Mandiri. Setoran awal melalui layanan digital tersebut dapat dimulai dari Rp1 juta.
Bank Mandiri menawarkan bunga 2,25 persen per tahun untuk deposito tenor satu dan tiga bulan. Nasabah yang memilih tenor enam, 12, atau 24 bulan memperoleh bunga sebesar 2,50 persen per tahun.
Stabilnya penawaran bunga deposito ketiga bank tersebut terjadi ketika pasar terus mencermati perkembangan inflasi, kondisi likuiditas, pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), serta arah kebijakan bank sentral global.
Instrumen deposito juga memiliki perlindungan melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Tingkat bunga penjaminan LPS saat ini berada di level 3,75 persen, naik dari sebelumnya 3,50 persen.
Arah bunga deposito selanjutnya berpotensi dipengaruhi perkembangan kondisi ekonomi dan kebijakan moneter, termasuk hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral Amerika Serikat yang menjadi perhatian pasar pada September 2026.
“Dengan mengedepankan keamanan dana melalui perlindungan dari LPS serta tingkat imbal hasil yang sudah terukur sejak awal perjanjian, deposito di bank BUMN tetap dapat diandalkan sebagai instrumen pelindung aset.”
Di tengah dinamika suku bunga dan ketidakpastian pasar global, nasabah masih memiliki pilihan tenor deposito dengan tingkat imbal hasil yang beragam sesuai kebutuhan pengelolaan dana jangka pendek hingga menengah. []
Redaksi01
