IHSG Dibuka Melemah, MDKA Turun Paling Dalam di LQ45

JAKARTA – Tekanan terhadap sektor barang baku menjadi salah satu penahan utama pergerakan pasar saham Indonesia pada awal perdagangan Senin, 14 September 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 11,25 poin atau 0,17 persen ke level 6.532,66 pada pukul 09.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Pelemahan tersebut terjadi ketika mayoritas indeks sektoral bergerak negatif. Dari 11 indeks sektoral yang dipantau, hanya tiga sektor yang mampu bertahan di zona hijau, sedangkan delapan sektor lainnya mengalami penurunan.

Sektor barang baku mencatat koreksi paling dalam dengan penurunan 1,55 persen. Setelahnya, sektor transportasi melemah 1 persen dan sektor infrastruktur turun 0,88 persen. Ketiga sektor tersebut menjadi kelompok dengan tekanan terbesar pada awal perdagangan.

Di tengah dominasi pelemahan, sektor perindustrian masih mampu menguat 0,27 persen. Sektor barang konsumen non-siklikal naik 0,12 persen, sedangkan sektor properti hanya bertambah 0,01 persen.

Pergerakan saham juga menunjukkan kondisi pasar yang beragam. Hingga awal sesi perdagangan, sebanyak 247 saham tercatat menguat, 182 saham melemah, dan 268 saham bergerak stagnan.

Pada kelompok Indeks LQ45 (LQ45), saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan 2,47 persen. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menyusul dengan penguatan 2,25 persen, sedangkan PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 1,43 persen.

Sebaliknya, tekanan paling besar di kelompok LQ45 dialami PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang turun 2,95 persen. Posisi berikutnya ditempati PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan penurunan 1,89 persen dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang terkoreksi 1,06 persen.

Aktivitas transaksi turut menunjukkan bahwa perdagangan sudah berlangsung cukup aktif sejak awal sesi. Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 1,61 miliar saham dengan nilai transaksi Rp814,12 miliar.

Kondisi tersebut mencerminkan adanya tarik-menarik antara saham yang masih mampu menguat dan tekanan pada sejumlah sektor utama. Pergerakan saham berbasis komoditas juga berlangsung berlawanan, terlihat dari penguatan AMMN dan MEDC ketika MDKA serta ANTM justru masuk jajaran saham dengan penurunan terdalam di LQ45.

Data perdagangan tersebut menjadi gambaran awal kondisi pasar saham pada pembukaan pekan. Investor selanjutnya akan mencermati apakah tekanan pada sektor-sektor yang melemah dapat berlanjut atau mulai mereda seiring berlangsungnya perdagangan sepanjang sesi. Informasi pergerakan IHSG dan saham-saham tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Senin, (14/09/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *