Empat Kapal Eksekutif Layani Merak-Bakauheni, Tiket Harus Online

MERAK – Pengguna jasa penyeberangan Merak-Bakauheni pada Kamis, 17 September 2026, perlu memastikan tiket perjalanan telah dipesan secara daring melalui Ferizy sebelum memasuki kawasan pelabuhan. Ketentuan tersebut berlaku bagi penumpang maupun berbagai jenis kendaraan yang akan menggunakan layanan penyeberangan dari Banten menuju Lampung.

Pemesanan tiket tidak dilakukan melalui loket di pintu masuk pelabuhan. Calon penumpang harus memiliki bukti pemesanan Ferizy sebelum kendaraan atau penumpang memasuki area Pelabuhan Merak.

Layanan penyeberangan Merak-Bakauheni pada hari tersebut dilayani empat kapal feri atau roll-on roll-off (RoRo) kelas eksekutif, yakni KMP Jatra III, KMP Legundi, KMP Batumandi, dan KMP Sebuku. Keempat armada beroperasi secara bergantian dengan jeda keberangkatan sekitar 75 menit.

Pola rotasi tersebut menghasilkan sekitar 19 perjalanan dari Merak dalam satu hari. Keberangkatan tersedia mulai dini hari hingga malam, dengan rotasi awal sekitar pukul 00.15-01.00 WIB dan keberangkatan terakhir sekitar pukul 22.45-23.15 WIB.

Jadwal tersebut merupakan pola operasional harian yang menjadi acuan, bukan pengumuman khusus untuk 17 September 2026. Waktu keberangkatan setiap kapal tetap dapat berubah mengikuti kondisi operasional di lapangan.

Perjalanan melintasi Selat Sunda dari Merak menuju Bakauheni umumnya membutuhkan waktu sekitar 2-2,5 jam. Durasi tersebut dapat berubah karena kondisi cuaca dan gelombang laut.

Dari sisi tiket, pengguna jasa dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi atau situs resmi Ferizy. Pilihan layanan mencakup berbagai kategori pengguna, mulai dari pejalan kaki hingga kendaraan.

Kategori kendaraan yang dapat dipesan melalui layanan tersebut antara lain sepeda motor, mobil pribadi Golongan IV A, bus, serta kendaraan angkutan barang Golongan V hingga IX.

Kewajiban memesan tiket sebelum tiba di pelabuhan membuat calon penumpang perlu memperhitungkan waktu perjalanan menuju Merak. Pengguna jasa yang datang dari Jakarta maupun Tangerang, misalnya, perlu memperhitungkan potensi kepadatan lalu lintas di jalan menuju pelabuhan.

Selain memastikan tiket telah terkonfirmasi, pengguna jasa juga disarankan menyimpan bukti pemesanan pada telepon seluler. Langkah tersebut diperlukan agar proses pemeriksaan sebelum memasuki kawasan pelabuhan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Kondisi cuaca juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Perubahan cuaca dan gelombang di Selat Sunda dapat memengaruhi waktu keberangkatan maupun durasi perjalanan kapal.

Karena itu, jadwal rotasi 75 menit tidak dapat dijadikan jaminan bahwa setiap kapal akan berangkat tepat sesuai waktu perkiraan. Informasi operasional terbaru perlu dipantau sebelum pengguna jasa berangkat menuju pelabuhan.

Pola empat kapal eksekutif dengan sekitar 19 perjalanan tersebut menjadi gambaran layanan Merak-Bakauheni pada 17 September 2026. Kepastian mengenai waktu keberangkatan setiap perjalanan tetap mengikuti kondisi operasional dan cuaca terkini, sebagaimana diberitakan Bantenklik, Rabu, (16/09/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *