TPK Hotel Sumbar 51,86 Persen, Kunjungan Wisman Menurun
PADANG – Kinerja akomodasi hotel berbintang di Sumatera Barat (Sumbar) pada Juli 2026 menunjukkan pergerakan yang beragam. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) mencapai 51,86 persen atau naik 4,22 poin persentase dibandingkan Juli 2025, tetapi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui Bandara Internasional Minangkabau justru turun 9,90 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar Nurul Hasanudin mengatakan TPK hotel berbintang pada Juli 2026 tercatat 51,86 persen berdasarkan laporan yang diterima BPS.
“TPK hotel bintang pada Juli 2026 berdasarkan laporan yang masuk tercatat sebesar 51,86 persen,” demikian dikutip dari publikasi BPS Sumbar, sebagaimana diberitakan Langgam, Kamis, (17/09/2026).
Secara tahunan, tingkat hunian hotel berbintang memperlihatkan pertumbuhan. TPK pada Juli 2025 tercatat 47,64 persen sehingga terjadi peningkatan 4,22 poin persentase dalam setahun.
Namun, kondisi tersebut berbeda jika dibandingkan dengan capaian bulan sebelumnya. TPK hotel berbintang pada Juni 2026 berada di level 52,16 persen, sehingga pada Juli terjadi penurunan 0,30 poin persentase.
Perbedaan kinerja juga terlihat berdasarkan kelas hotel. Hotel bintang tiga mencatat TPK tertinggi sebesar 59,59 persen, disusul hotel bintang empat 56,90 persen dan hotel bintang dua 48,28 persen. Adapun hotel bintang satu mencatat tingkat hunian terendah, yakni 32,68 persen.
Dibandingkan Juni 2026, hotel bintang satu dan bintang empat menjadi kelompok yang mengalami peningkatan hunian. Masing-masing naik 1,35 poin dan 1,32 poin persentase.
Sebaliknya, TPK hotel bintang dua turun 1,21 poin persentase, sedangkan hotel bintang tiga mengalami penurunan 2,87 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya.
Jika dilihat secara tahunan, seluruh kelompok hotel berbintang mengalami kenaikan TPK. Hotel bintang empat mencatat pertumbuhan paling besar sebesar 7,26 poin persentase, diikuti hotel bintang dua 6,81 poin, hotel bintang satu 6,37 poin, dan hotel bintang tiga 1,04 poin.
Selain tingkat hunian, durasi menginap tamu juga mengalami sedikit perubahan. Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) asing dan Indonesia di hotel berbintang pada Juli 2026 mencapai 1,23 malam, turun 0,01 malam dari 1,24 malam pada Juni 2026.
RLMT tamu asing justru meningkat dari 1,38 malam menjadi 1,45 malam. Sementara itu, RLMT tamu Indonesia turun dari 1,23 malam menjadi 1,22 malam.
Di segmen hotel nonbintang, TPK pada Juli 2026 berada jauh di bawah hotel berbintang, yakni 19,53 persen. Angka tersebut turun 2,18 poin persentase dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 21,71 persen.
Pergerakan sektor akomodasi tersebut berlangsung bersamaan dengan perubahan pola kunjungan wisatawan. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menuju kabupaten/kota di Sumbar pada Juli 2026 mencapai 2.145.772 perjalanan atau meningkat 3,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sebaliknya, kunjungan wisman melalui Bandara Internasional Minangkabau tercatat 6.377 kunjungan pada periode yang sama. Jumlah tersebut turun 9,90 persen dibandingkan Juni 2026.
Data tersebut menunjukkan pasar wisata domestik dan mancanegara bergerak berbeda pada Juli 2026. Kenaikan perjalanan wisnus berjalan beriringan dengan pertumbuhan TPK hotel berbintang secara tahunan, sementara kunjungan wisman, TPK secara bulanan, dan rata-rata lama menginap secara keseluruhan masih mengalami penurunan. []
Redaksi01
