Lamhot Sinaga Dorong Anak Muda Bantu UMKM Perluas Pasar

JAKARTA – Mahasiswa didorong mengambil peran lebih besar dalam membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas pasar melalui teknologi, inovasi, dan kreativitas. Peran generasi muda dinilai semakin penting seiring perubahan perilaku konsumen yang kian mengandalkan ekosistem digital.

Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Lamhot Sinaga menyampaikan hal tersebut saat menjadi pemateri dalam kegiatan Golkar Internship Student (GIS) Batch 3 di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Jakarta, Selasa (22/09/2026).

Kegiatan bertema “Mendukung UMKM Naik Kelas dan Menopang Ekonomi Nasional” itu diikuti mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran mengenai kebijakan publik dan pengembangan ekonomi kerakyatan.

Lamhot mengatakan mahasiswa tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai konsumen produk UMKM. Kemampuan teknologi, pemasaran digital, kreativitas, dan jejaring yang dimiliki generasi muda dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing.

“Anak-anak muda harus melihat UMKM bukan hanya sebagai objek yang harus dibantu, tetapi sebagai sektor ekonomi yang memiliki ruang inovasi sangat besar. Di sinilah generasi muda bisa masuk dengan kemampuan teknologi dan kreativitas yang mereka miliki,” tuturnya.

Menurut Lamhot, perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin berbasis digital memberikan peluang bagi UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Pemanfaatan teknologi juga memungkinkan pelaku usaha membangun hubungan secara langsung dengan pelanggan.

Namun, digitalisasi bukan satu-satunya kebutuhan agar UMKM dapat berkembang. Lamhot menilai peningkatan kapasitas usaha harus disertai akses terhadap permodalan, pengelolaan bisnis, legalitas, standardisasi produk, pendampingan, serta akses pasar yang berkelanjutan.

“Kalau UMKM hanya diberikan modal tetapi tidak dibekali kemampuan mengelola usaha, maka persoalannya tidak selesai. Yang dibutuhkan adalah ekosistem agar mereka bisa tumbuh secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menegaskan UMKM perlu diarahkan agar tidak sekadar bertahan sebagai usaha berskala kecil. Pelaku usaha harus memiliki kemampuan meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan masuk ke dalam ekosistem ekonomi nasional.

“UMKM harus kita dorong untuk naik kelas. Jangan hanya bertahan sebagai usaha kecil, tetapi harus mampu berkembang, memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi nasional,” ujar Lamhot.

Dalam kegiatan tersebut, Lamhot juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam membangun ekosistem UMKM. Pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dinilai memiliki peran masing-masing dalam memperkuat jutaan pelaku usaha yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia juga mengajak peserta GIS memahami hubungan antara kebijakan publik dan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kebijakan yang dirumuskan di parlemen harus dapat memberikan dampak nyata, termasuk dalam memperluas akses pembiayaan, pendampingan, serta pengembangan usaha bagi UMKM.

Selain materi mengenai UMKM, Lamhot membagikan buku “Cahaya dan Air Mata Danau Toba” kepada peserta. Buku tersebut memuat catatan mengenai pengembangan potensi Danau Toba serta keterkaitannya dengan kebijakan, pariwisata, UMKM, dan pembangunan ekonomi daerah.

Materi kegiatan tersebut menempatkan penguatan UMKM tidak hanya sebagai persoalan bantuan modal, tetapi juga sebagai agenda peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar. Dalam konteks itu, keterlibatan generasi muda melalui teknologi dan inovasi menjadi salah satu bagian dari upaya membangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *