UMKM Depok Didorong Naik Kelas di Tengah Persaingan Makin Ketat
DEPOK – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Depok didorong meningkatkan produktivitas, membenahi pencatatan keuangan, memperluas akses pembiayaan, dan mengoptimalkan teknologi digital agar mampu menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat.
Dorongan tersebut menjadi salah satu fokus Workshop Ekonomi Mikro Kota Depok Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) pada Sekretariat Daerah (Setda) di Aula Edelweis lantai 5 Balai Kota Depok, Selasa (22/09/2026).
Kepala Bagian (Kabag) PSDA Setda Kota Depok Nani Zara mengatakan, besarnya jumlah pelaku usaha belum menjadi jaminan bahwa UMKM memiliki kualitas dan daya saing yang kuat.
“Besarnya jumlah pelaku usaha belum otomatis mencerminkan tingginya kualitas dan daya saing. Pelaku UMKM menghadapi persaingan yang semakin ketat dari produk luar daerah, ritel modern, marketplace, social commerce, dan berbagai model bisnis digital,” jelasnya dalam acara tersebut, sebagaimana dilansir Berita Depok, Selasa, (22/09/2026).
Menurut Nani, kondisi tersebut membuat pelaku UMKM perlu melakukan pembenahan dari sisi internal sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan pola bisnis dan perilaku pasar.
Sejumlah persoalan yang masih dihadapi pelaku usaha antara lain produktivitas yang belum optimal, pencatatan keuangan yang belum tertib, keterbatasan akses pembiayaan, serta pemanfaatan teknologi digital yang belum maksimal.
Atas kondisi itu, workshop mengusung tema ‘Transformasi Usaha Mikro Kecil Kota Depok Melalui Penguatan Produktivitas, Pembiayaan Inklusif, dan Akses Pasar’. Forum tersebut dirancang untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, dan pihak yang berkaitan dengan akses pasar.
“Inilah yang menjadi salah satu alasan penting mengapa workshop ini diselenggarakan, workshop ini hadir sebagai forum untuk mempertemukan kebijakan pemerintah, kebutuhan pelaku usaha, dukungan lembaga pembiayaan, dan peluang pasar untuk membahas secara lebih konkret transformasi UMKM Kota Depok,” terang Nani.
Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia (Kementerian UMKM RI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat. Workshop juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Depok Mohammad Fitriawan, perwakilan perangkat daerah, perbankan, dan komunitas UMKM.
Kolaborasi berbagai pihak tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut menjadi langkah konkret untuk memperkuat kapasitas usaha, membuka akses pembiayaan, serta memperluas pasar bagi pelaku UMKM.
“Harapannya, seluruh pihak dapat saling bekerja sama dan menghasilkan langkah nyata agar UMKM di Kota Depok bisa semakin maju dan naik kelas,” tandas Nani. []
Redaksi01
