Kredit Perbankan Agustus 2026 Tumbuh 13,3%, Ini Segmen Paling Kencang
JAKARTA – Pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2026 semakin kuat, tetapi lajunya belum merata di seluruh segmen. Kredit korporasi dan kredit investasi menjadi penggerak utama, sedangkan kredit konsumsi justru tumbuh lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya.
Bank Indonesia (BI) mencatat total kredit perbankan mencapai Rp9.019,3 triliun pada Agustus 2026, tumbuh 13,3 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut meningkat dari 13,0 persen pada Juli 2026.
Segmen korporasi mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan total kredit. Kredit korporasi tumbuh 21,6 persen yoy pada Agustus, meningkat dari 20,9 persen pada Juli.
Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi salah satu pendorong utama dengan pertumbuhan 23,4 persen yoy. Angka tersebut naik dari 23,1 persen pada bulan sebelumnya. Penyaluran kredit investasi terutama menguat pada sektor konstruksi dan jasa-jasa.
Sementara itu, kredit modal kerja (KMK) tumbuh 12,3 persen yoy pada Agustus, meningkat dari 11,6 persen pada Juli. Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang penyaluran kepada sektor pertambangan dan penggalian, perdagangan, hotel dan restoran, serta pengangkutan dan komunikasi.
Berbeda dengan kredit produktif, kredit konsumsi (KK) menunjukkan perlambatan. Pertumbuhannya turun menjadi 5,0 persen yoy pada Agustus dari 5,3 persen pada Juli.
Perlambatan kredit konsumsi terlihat pada sejumlah segmen. Kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 4,2 persen, turun tipis dari 4,3 persen pada Juli. Kredit kendaraan bermotor (KKB) masih mengalami kontraksi 10,3 persen, lebih dalam dibandingkan kontraksi 10,0 persen pada bulan sebelumnya.
Kredit multiguna juga tumbuh lebih lambat, yakni 7,2 persen pada Agustus dibandingkan 7,6 persen pada Juli.
Di tengah perlambatan kredit konsumsi, pembiayaan properti tetap mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 18,3 persen yoy. Meski demikian, angka tersebut sedikit turun dari 18,4 persen pada Juli.
Kredit properti tersebut terdiri atas kredit KPR dan kredit pemilikan apartemen (KPA) yang tumbuh 4,2 persen, kredit konstruksi yang melaju 49,5 persen, serta kredit real estat yang tumbuh 15,8 persen.
Sementara itu, penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai menunjukkan perbaikan. Kredit UMKM tumbuh 2,3 persen yoy pada Agustus, meningkat dari 1,6 persen pada Juli.
Perbaikan terjadi di seluruh skala usaha. Kredit usaha mikro tumbuh 2,6 persen dari 2,1 persen pada Juli, kredit usaha kecil naik menjadi 1,0 persen dari 0,7 persen, sedangkan kredit usaha menengah meningkat menjadi 3,8 persen dari 2,0 persen.
Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit UMKM terutama berasal dari kredit investasi yang tumbuh 14,9 persen yoy. Sementara itu, kredit modal kerja UMKM mulai membaik meski masih mencatat kontraksi 3,1 persen.
Data perkembangan kredit tersebut menunjukkan struktur pertumbuhan perbankan pada Agustus lebih banyak ditopang pembiayaan korporasi, investasi, dan sektor produktif. Di sisi lain, pertumbuhan kredit konsumsi masih lebih terbatas sebagaimana diberitakan Kontan, Kamis, (24/09/2026). []
Redaksi01
