Tekanan Jual Meluas, IHSG Anjlok 1,06% di Sesi I
JAKARTA – Tekanan jual mewarnai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir sesi pertama, Kamis (24/09/2026), dengan seluruh indeks sektoral bergerak di zona merah. Kondisi tersebut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 67,806 poin atau 1,06 persen ke level 6.307,106 pada pukul 12.00 WIB.
Penurunan IHSG terjadi secara luas dengan sektor barang baku menjadi kelompok yang mengalami tekanan paling dalam. IDX Sektor Barang Baku merosot 1,68 persen, disusul IDX Sektor Perindustrian yang turun 1,62 persen.
Tekanan berikutnya terlihat pada IDX Sektor Properti dan Real Estate yang melemah 1,30 persen, IDX Sektor Teknologi turun 1,17 persen, serta IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang terkoreksi 1,07 persen.
Sementara itu, IDX Sektor Infrastruktur turun 0,88 persen, IDX Sektor Kesehatan melemah 0,81 persen, IDX Sektor Keuangan turun 0,75 persen, dan IDX Sektor Transportasi dan Logistik terkoreksi 0,52 persen.
IDX Sektor Energi menjadi salah satu sektor yang mencatat pelemahan paling tipis, yakni 0,15 persen. Adapun IDX Sektor Barang Konsumen Primer turun 0,12 persen.
Luasnya tekanan pasar juga tercermin dari jumlah saham yang bergerak turun. Hingga penutupan sesi pertama, sebanyak 453 saham tercatat mengalami penurunan harga, sedangkan 171 saham menguat dan 162 saham bergerak datar.
Aktivitas perdagangan terbilang tinggi dengan volume transaksi mencapai 19,58 miliar saham dan nilai transaksi Rp6,11 triliun. Data tersebut menunjukkan tekanan pasar terjadi di tengah aktivitas transaksi yang cukup besar.
Di jajaran indeks LQ45, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi 3,63 persen. Selanjutnya, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) masing-masing turun 3,16 persen.
Namun, sejumlah saham masih mampu bergerak positif di tengah tekanan pasar. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik 1,09 persen, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat 1,03 persen, sedangkan PT Astra International Tbk (ASII) naik 0,42 persen.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pelemahan IHSG pada sesi pertama tidak sepenuhnya terjadi pada seluruh saham, meskipun secara sektoral tekanan berlangsung merata. Perdagangan selanjutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat apakah tekanan jual berlanjut hingga akhir sesi. []
Redaksi01
