Cek Jadwal DAMRI Tana Tidung-Tanjung Selor dan Malinau
TANA TIDUNG – Warga Tana Tidung memiliki pilihan angkutan umum untuk bepergian menuju Tanjung Selor dan Malinau dengan tarif mulai Rp20 ribu. Layanan DAMRI Perintis tersebut melayani sejumlah titik di Kabupaten Tana Tidung (KTT) dengan jadwal keberangkatan pagi hingga sore.
Untuk rute KTT-Tanjung Selor, bus DAMRI dijadwalkan berangkat setiap pagi. Pada Jumat (25/09/2026), keberangkatan dari wilayah KTT dijadwalkan pukul 10.00 WITA.
Tarif perjalanan disesuaikan dengan titik keberangkatan dan tujuan. Dari Tideng Pale menuju Tanjung Selor, penumpang dikenakan tarif Rp85 ribu. Tarif yang sama berlaku untuk perjalanan dari Sesayap menuju Tanjung Selor.
Sementara itu, tarif dari Tideng Pale menuju Panca Agung atau Pimping sebesar Rp80 ribu. Penumpang dari Sekatak Buji menuju Tanjung Selor dikenakan Rp80 ribu, sedangkan tarif Panca Agung-Tanjung Selor sebesar Rp60 ribu. Adapun perjalanan Tideng Pale-Sekatak Buji dikenakan tarif Rp50 ribu.
Perjalanan dari Kecamatan Sesayap menuju Tanjung Selor diperkirakan memerlukan waktu sekitar empat jam. Bus pada trayek tersebut memiliki kapasitas hingga 45 penumpang.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan (Plt Kadishub) Tana Tidung Arief Prasetiawan mengatakan keberadaan trayek DAMRI membantu masyarakat memperoleh alternatif transportasi dengan biaya yang lebih terjangkau, sekaligus memungkinkan penumpang membawa barang dalam jumlah cukup banyak.
“Pastinya kami sangat berterima kasih ya dengan adanya trayek DAMRI ini masyarakat bisa keluar daerah dengan tarif yang lebih murah dan barang yang dibawa pun bisa cukup banyak,” ujar Arief, sebagaimana dilansir Tribunkaltara, Jumat, (25/09/2026).
Selain rute menuju Tanjung Selor, DAMRI juga menyediakan layanan dari KTT menuju Malinau dengan dua jadwal keberangkatan setiap hari, yakni pagi dan sore.
Pada Jumat (25/09/2026), bus dijadwalkan berangkat pukul 07.00 WITA untuk perjalanan pertama dan pukul 15.00 WITA untuk perjalanan kedua. Tarif KTT-Malinau ditetapkan Rp40 ribu per penumpang.
Layanan menuju Malinau juga dapat dimanfaatkan penumpang yang bepergian ke sejumlah wilayah yang dilalui trayek tersebut. Tarif menuju Desa Seputuk, Desa Belayan Ari, dan Desa Kapuak masing-masing Rp20 ribu, sedangkan tarif menuju Sesua sebesar Rp30 ribu.
Trayek KTT-Malinau menggunakan bus berkapasitas 19 penumpang dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu setengah jam.
Dengan adanya pilihan trayek tersebut, DAMRI menjadi salah satu alternatif angkutan umum bagi masyarakat Tana Tidung yang membutuhkan akses perjalanan ke Malinau maupun Tanjung Selor, baik untuk mobilitas antarwilayah maupun membawa barang dengan biaya yang relatif terjangkau. []
Redaksi01
