Rupiah Akhir Pekan Menguat Tipis, Ditutup Rp17.902 per Dolar AS

JAKARTA – Penguatan rupiah pada akhir perdagangan Jumat (25/09/2026) terjadi bersamaan dengan apresiasi mayoritas mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah di pasar spot ditutup di level Rp17.902 per dolar AS, naik tipis 0,07% dari posisi sehari sebelumnya Rp17.916 per dolar AS.

Pergerakan rupiah tersebut berada di tengah penguatan sejumlah mata uang regional dengan tingkat apresiasi yang lebih besar. Won Korea Selatan mencatat penguatan paling tinggi sebesar 1,04%, diikuti yen Jepang 0,46% dan peso Filipina 0,43%.

Ringgit Malaysia juga menguat 0,35%, baht Thailand naik 0,32%, sedangkan dolar Taiwan terapresiasi 0,24%. Rupee India dan dolar Singapura masing-masing menguat 0,09%.

Dengan kenaikan 0,07%, rupiah berada di antara mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat. Data tersebut menunjukkan pergerakan mata uang regional berlangsung relatif beragam, meski sebagian besar berada di zona penguatan.

Sementara itu, dolar Hong Kong dan yuan China menjadi dua mata uang yang melemah terhadap dolar AS. Masing-masing mencatat penurunan 0,01% dan 0,03%.

Penguatan mata uang Asia juga berlangsung ketika indeks dolar AS mengalami penurunan. Indeks yang mencerminkan pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia tersebut berada di level 101,14, turun dari posisi sehari sebelumnya yang mencapai 101,28.

Pergerakan nilai tukar tersebut menjadi gambaran kondisi pasar valuta asing Asia pada akhir perdagangan Jumat. Rupiah sendiri menutup perdagangan dengan penguatan terbatas setelah sehari sebelumnya berada di Rp17.916 per dolar AS, sebagaimana diberitakan Kontan, Jumat, (25/09/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *