Puskesmas Muara Wis Kini Miliki Dokter, Layanan Kesehatan Diperkuat

UPTD. Puskesmas Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pemkab Kukar menempatkan satu dokter umum di Puskesmas Muara Wis dan mendorong pemanfaatan skema BLUD sebagai salah satu alternatif pemenuhan tenaga kesehatan di puskesmas yang masih kekurangan dokter.

ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat pelayanan kesehatan tingkat pertama di Kecamatan Muara Wis setelah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Muara Wis kini memiliki satu dokter umum. Kehadiran dokter tersebut menjawab persoalan kekosongan tenaga dokter yang sebelumnya menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar.

Ketersediaan dokter menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung pelayanan pemeriksaan, penanganan awal, serta pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Muara Wis.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan kebutuhan tenaga dokter di Puskesmas Muara Wis saat ini telah ditangani dengan hadirnya satu dokter umum.

“Di Muara Wis, Alhamdulillah kita sudah dapat tenaga dokter. Selama ini memang diberitakan kosong, tetapi sekarang sudah ada satu dokter umum,” ucap Ismi kepada Prudensi.com dalam wawancara telepon, Sabtu (26/09/2026).

Menurut Ismi, kehadiran dokter tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Kukar memenuhi kebutuhan sumber daya manusia kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Meski demikian, pemenuhan tenaga kesehatan masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Keterbatasan regulasi dan pembiayaan membuat pemenuhan tenaga medis di setiap puskesmas perlu dilakukan melalui sejumlah mekanisme yang memungkinkan.

Salah satu skema yang dapat dimanfaatkan ialah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Melalui mekanisme tersebut, puskesmas yang memiliki kemampuan anggaran dapat mempertimbangkan perekrutan tenaga di luar Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai kebutuhan pelayanan.

“Dengan BLUD, teman-teman di puskesmas bisa menghitung anggarannya. Kalau cukup, mereka memprioritaskan untuk merekrut tenaga yang belum bisa dipenuhi oleh dinas karena keterbatasan aturan,” jelasnya.

Pemanfaatan anggaran BLUD juga mulai dipertimbangkan puskesmas lain yang masih membutuhkan tambahan dokter. Salah satunya Puskesmas Jonggon Jaya di Kecamatan Loa Kulu yang disebut berencana menambah tenaga dokter melalui anggaran BLUD.

Menurut Ismi, mekanisme tersebut membuka alternatif pemenuhan tenaga kesehatan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan pelayanan dan kemampuan pembiayaan masing-masing puskesmas.

Sementara itu, Dinkes Kukar masih berupaya memenuhi kebutuhan dokter di fasilitas kesehatan lainnya. Puskesmas Tabang menjadi salah satu puskesmas yang hingga kini masih menunggu kejelasan regulasi terkait pemenuhan tenaga dokter.

“Untuk Tabang, kita masih menunggu. Sepertinya masih menunggu regulasi,” kata Ismi.

Ismi menegaskan, pemenuhan tenaga kesehatan akan terus menjadi perhatian Dinkes Kukar dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, kebutuhan pelayanan, serta kemampuan pembiayaan yang tersedia.

Keberadaan satu dokter umum di Puskesmas Muara Wis diharapkan dapat memperkuat pemeriksaan dan penanganan awal pasien sekaligus mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pemkab Kukar juga terus mengupayakan pemenuhan tenaga medis di puskesmas lain yang masih membutuhkan dukungan sumber daya manusia kesehatan. []

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *