Dinas TPH Kalbar Perkuat Penyuluh Swadaya Melalui Bimtek TOT di Melawi
Bimbingan Teknis Training of Trainers (TOT) yang digelar bagi petani calon penyuluh pertanian swadaya di Kabupaten Melawi pada 22-23 September 2026.
MELAWI — Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong penguatan kapasitas petani sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan pertanian di daerah. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis Training of Trainers (TOT) yang digelar bagi petani calon penyuluh pertanian swadaya di Kabupaten Melawi.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 22–23 September 2026, tersebut dilaksanakan di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Melawi dan diikuti oleh 50 petani yang berasal dari Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan Brigade Pangan.
Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Melawi. Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah daerah maupun praktisi pertanian, yakni Herdawati, S.P., M.M.A., Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Dinas TPH Provinsi Kalimantan Barat; Jahirin, S.P., Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Melawi; Roni VB. Wahono, Ketua Tim Kerja Pengolahan Administrasi Penyuluhan dan Kinerja Penyuluhan Kabupaten Melawi; serta Prawoto, petani sukses Kabupaten Melawi.
Perkuat Peran Petani sebagai Penyuluh Swadaya
Dalam sambutannya yang disampaikan melalui Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian, Kepala Dinas TPH Provinsi Kalimantan Barat menekankan pentingnya keberadaan penyuluh pertanian swadaya dalam pembangunan pertanian.
Herdawati menyampaikan bahwa penyuluh swadaya memiliki posisi strategis karena berasal dari kalangan petani dan berada dekat dengan pelaku utama pertanian. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, mereka diharapkan mampu menjadi penggerak sekaligus penghubung dalam penyebarluasan informasi dan inovasi pertanian di wilayah masing-masing.
“Penyuluh pertanian swadaya merupakan ujung tombak dalam pembangunan pertanian karena mereka merupakan orang yang paling dekat dengan petani,” ungkapnya.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh peserta selama Bimtek tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan serta dibagikan kepada petani lainnya.
Menurutnya, penguatan kelembagaan petani harus berjalan seiring dengan penguatan kerja sama dan kolaborasi untuk mendukung pencapaian swasembada pangan.
“Penyuluh swadaya di Melawi diharapkan dapat menjadi penghubung dalam perkembangan pertanian di daerahnya,” tambahnya.
Melawi Siap Bersinergi
Dukungan terhadap penguatan penyuluhan pertanian juga disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Melawi.
Dalam sambutannya, ia meminta seluruh peserta memanfaatkan kegiatan TOT dengan sebaik-baiknya. Ia juga menyatakan kesiapan Kabupaten Melawi untuk terus bersinergi dengan Dinas TPH Provinsi Kalimantan Barat dalam berbagai program pembangunan pertanian.
“Kami berharap Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat tidak hanya melaksanakan kegiatan ini saja. Kabupaten Melawi siap memfasilitasi berbagai kegiatan lainnya dari Dinas TPH Kalbar,” ujarnya.
Bekali Peserta dengan Program Prioritas hingga Kisah Sukses Petani
Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan peran penyuluh dan arah pembangunan pertanian.
Roni VB. Wahono menyampaikan materi Identifikasi Potensi Wilayah SDM dan Pendampingan untuk memperkuat Penyelesaian Masalah yang dihadapi petani/Poktan di Kabupaten Melawi. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai berbagai program prioritas dan arah kebijakan pembangunan pertanian dalam mendukung swasembada pangan, masalah yang dihadapi serta upaya pemecahannya.
Selanjutnya, Herdawati menyampaikan materi Penyuluh Ujung Tombak Pertanian, yang menekankan pentingnya peran penyuluh dalam mendampingi petani, mendorong penerapan inovasi, serta memperkuat kapasitas dan kelembagaan petani.
Sementara itu, Jahirin memberikan Materi Kondisi Eksisting di Kabupaten Melawi dalam mendukung program strategis nasional. Peserta juga memperoleh inspirasi melalui sesi success story yang disampaikan Prawoto, salah satu petani sukses di Kabupaten Melawi.
Peserta Aktif Sampaikan Persoalan di Lapangan
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari aktifnya peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Berbagai persoalan dan kendala yang dihadapi petani di lapangan disampaikan secara langsung kepada narasumber. Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berbagi pengalaman dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan pertanian yang mereka hadapi.
Melalui Bimtek TOT ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sebagai petani sekaligus menjadi calon penyuluh pertanian swadaya yang dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi kepada petani lainnya.
Penguatan peran penyuluh swadaya diharapkan mampu memperluas jangkauan pendampingan kepada petani serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, kelembagaan petani, dan pelaku utama pertanian.
Kegiatan Bimtek Training of Trainers (TOT) ditutup secara resmi pada 23 September 2026 oleh Herdawati, S.P., M.M.A., selaku Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat.
Dari Melawi, petani disiapkan bukan hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai penggerak dan sumber pengetahuan bagi petani lainnya.(*)
