Dedik Harianto Dorong Penguatan Pompa Air Atasi Kekeringan Pertanian Kukar
Anggota DPRD Kukar Dapil II Dedik Harianto.
Kekurangan pasokan air mulai mengganggu pertumbuhan tanaman hingga memicu gagal panen di sejumlah lahan pertanian Kukar, mendorong penguatan bantuan mesin pompa dan pembangunan jaringan irigasi.
ADVERTORIAL – Kekeringan mulai menekan sektor pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terutama di Kecamatan Tenggarong Seberang. Sejumlah lahan mengalami kekurangan pasokan air hingga menghambat pertumbuhan tanaman dan memicu gagal panen, sehingga penguatan bantuan mesin pompa air serta infrastruktur irigasi dinilai mendesak untuk menjaga produktivitas petani.
Dampak kekeringan mulai terlihat pada sejumlah kawasan pertanian di Tenggarong Seberang. Kondisi tanaman yang tidak tumbuh maksimal menjadi persoalan bagi petani, terutama mereka yang masih bergantung pada curah hujan untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Dedik Harianto, mengatakan cuaca yang sangat panas dan minim hujan memberikan tekanan langsung terhadap sektor pertanian.
“Memang kondisi cuaca kita akhir-akhir ini sangat ekstrem. Dampaknya terhadap pertanian sangat luar biasa. Banyak sekali yang gagal panen karena kekurangan air,” ucap Dedik kepada Prudensi.com di Tenggarong, Selasa (29/09/2026).
Menurut Dedik, persoalan ketersediaan air semakin krusial ketika kekeringan berlangsung cukup panjang. Tanpa pasokan air yang memadai, produktivitas pertanian terancam menurun dan risiko kerugian yang ditanggung petani semakin besar.
Ia menjelaskan, persoalan di sejumlah kawasan pertanian bukan semata-mata disebabkan tidak tersedianya sumber air. Di beberapa lokasi, sungai besar masih tersedia dan berada relatif dekat dengan lahan pertanian. Namun, sebagian petani belum memiliki sarana untuk mengambil dan mengalirkan air tersebut ke lahan.
“Banyak mereka yang ada sumber airnya, cuma mereka tidak punya alatnya. Sehingga mereka juga tidak bisa mengairi tanamannya,” ujarnya.
Karena itu, Dedik mendorong penguatan bantuan mesin pompa air kepada kelompok tani. Menurutnya, pompa air dapat menjadi solusi untuk membantu petani mempertahankan tanaman ketika hujan tidak kunjung turun.
Kebutuhan tersebut, kata Dedik, telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, termasuk kepada Bupati Kukar. Pemkab Kukar juga telah menyalurkan sejumlah mesin pompa melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar.
“Alhamdulillah, Pak Bupati juga setuju. Kemarin sudah ada beberapa bantuan mesin pompa air dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak). Mudah-mudahan semakin bisa dimaksimalkan lagi membantu para petani,” katanya.
Meski demikian, Dedik menilai bantuan mesin pompa perlu dibarengi peningkatan infrastruktur irigasi. Keberadaan sungai-sungai besar di Tenggarong Seberang dinilai dapat menjadi sumber pengairan bagi persawahan maupun perkebunan apabila didukung jaringan irigasi yang memadai.
“Kalau cuma kemarau berbulan-bulan seperti sebelumnya masih aman karena di sana banyak sungai besar yang bisa untuk mengairi area persawahan maupun perkebunan. Cuma mungkin perlu ditingkatkan lagi terkait irigasinya,” jelasnya.
Dedik berharap Pemkab Kukar terus memperkuat dukungan terhadap petani melalui penyediaan sarana pengairan dan peningkatan infrastruktur irigasi. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian sekaligus mengurangi risiko kerugian petani ketika menghadapi kekeringan dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Ini untuk para petani. Saya yakin pemerintah juga pasti mengutamakan itu,” pungkasnya. []
Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum
