Bendungan Abadi Jaya di Kongbeng Bakal Direhabilitasi pada 2027
Rehabilitasi bendungan dan saluran irigasi Kelompok Tani Abadi Jaya di Kecamatan Kongbeng direncanakan berlangsung pada 2027 untuk memperlancar pengairan sawah dan mendukung produktivitas pertanian.
ADVERTORIAL – Bendungan yang dimanfaatkan Kelompok Tani Abadi Jaya di Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), direncanakan menjalani rehabilitasi pada 2027. Perbaikan tersebut juga mencakup saluran irigasi menuju persawahan guna memperlancar distribusi air dan mendukung produktivitas pertanian masyarakat.
Rencana rehabilitasi itu disampaikan Camat Kongbeng Petrus Ivung setelah pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan sosialisasi terkait pembangunan infrastruktur pengairan di wilayah tersebut sekitar tiga pekan sebelumnya.
“Mungkin tiga minggu yang lalu, ada dari Kementerian PUPR datang menyampaikan sosialisasi terkait infrastruktur bendungan di kelompok tani Abadi Jaya. Rencananya untuk 2027 itu akan dikerjakan,” ujar Petrus di Kantor Bupati Kutim, Senin (12/10/2026).
Menurut Petrus, rehabilitasi direncanakan berlangsung secara bertahap, dimulai dari perbaikan bendungan, kemudian dilanjutkan dengan pembenahan saluran air yang menghubungkan bendungan dengan lahan persawahan petani.
“Yang pertama rehab bendungannya, terus drainasenya, paritnya yang menuju ke sawah itu mau direhab,” katanya.
Perbaikan kedua infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran aliran air menuju persawahan yang dikelola Kelompok Tani Abadi Jaya. Dengan saluran pengairan yang lebih baik, kebutuhan air untuk kegiatan pertanian diharapkan dapat terpenuhi secara lebih optimal.
Selain infrastruktur pengairan, Petrus menyoroti keberadaan fasilitas penggilingan padi yang telah beroperasi di lingkungan kelompok tani tersebut. Menurutnya, fasilitas itu mampu menghasilkan beras dengan kualitas penggilingan yang lebih baik, terutama dari segi kebersihan dan warna beras.
“Itu sudah ada. Tinggal mungkin peningkatan saja lagi,” tuturnya.
Meski fasilitas penggilingan telah tersedia, Petrus menilai akses jalan menuju lokasi masih perlu mendapatkan perhatian. Kondisi akses tersebut menjadi salah satu pertimbangan apabila nantinya dilakukan pengembangan sarana pengolahan hasil pertanian.
Ia juga menyarankan agar penambahan fasilitas penggilingan padi, apabila direalisasikan, ditempatkan di lokasi baru yang lebih dekat dengan kawasan persawahan. Langkah tersebut dinilai dapat mempermudah petani dalam mengangkut hasil panen menuju tempat pengolahan.
Rencana rehabilitasi bendungan dan saluran pengairan pada 2027 diharapkan dapat mendukung kegiatan pertanian Kelompok Tani Abadi Jaya. Sementara itu, peningkatan fasilitas penggilingan dan akses jalan menjadi kebutuhan pendukung agar pengelolaan hasil panen dapat berjalan lebih efektif.
Petrus berharap rencana perbaikan infrastruktur tersebut dapat terlaksana sesuai jadwal sehingga memberikan manfaat bagi petani, terutama dalam meningkatkan kelancaran pengairan sawah dan menunjang kegiatan pertanian di Kecamatan Kongbeng. []
Penulis: Suryono | Penyunting: Aulia Setyaningrum
