Kadispora Kutim Tekankan Persatuan di Era Digital

0
6240296381549580498

Kadispora Kutim, Basuki Isnawan, mengajak masyarakat menjaga persatuan, memeriksa kebenaran informasi, dan menghormati perbedaan pandangan untuk mendukung stabilitas pembangunan daerah.

ADVERTORIAL – Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Basuki Isnawan, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi di tengah derasnya arus komunikasi digital dan perbedaan pandangan politik. Sikap kritis dalam menerima informasi serta menjaga persatuan dinilai penting untuk menciptakan stabilitas daerah yang mendukung keberlangsungan pembangunan dan investasi.

Pesan tersebut disampaikan Basuki saat menghadiri Konferensi Daerah (Konferda) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Kutim, Jumat (16/10/2026).

Konferda yang mengusung tema “Bersatu dalam Ideologi, Bergerak dalam Pengabdian” itu menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus pembahasan peran alumni dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Basuki menyoroti tantangan menjaga persatuan di tengah polarisasi politik dan penyebaran informasi melalui berbagai platform digital. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, tetapi tidak seharusnya menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

“Di sisi lain, kita juga perlu menjaga persatuan dan nasionalisme di tengah polarisasi politik serta derasnya arus informasi digital. Perbedaan pandangan merupakan bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai merusak persaudaraan. Kita harus membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi, berpikir kritis, dan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab,” pungkas Basuki.

Selain menekankan pentingnya persatuan, Basuki mengaitkan stabilitas daerah dengan upaya memperkuat kemandirian ekonomi. Ia menilai kekayaan sumber daya alam (SDA) dan ketersediaan lahan di Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya Kutim, perlu dikelola agar mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penguatan industri lokal, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor pertanian menjadi sejumlah bidang yang menurutnya perlu mendapat perhatian untuk memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Kalimantan Timur memiliki potensi sumber daya dan lahan yang besar. Tantangan kita adalah memastikan kekayaan tersebut memberikan nilai tambah bagi daerah melalui pengelolaan industri, penguatan industri lokal, pengembangan UMKM, dan pertanian serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat,” ujar Basuki Isnawan.

Basuki juga menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak cukup hanya diukur melalui pertumbuhan, tetapi harus memberikan manfaat yang merata. Pengelolaan potensi daerah diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok desa.

“Kita menginginkan sumber daya tidak hanya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi pondasi bagi kemandirian daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui Konferda PA GMNI, Basuki berharap semangat persatuan dan pengabdian dapat berjalan seiring dengan upaya memperkuat perekonomian daerah. Kesadaran masyarakat dalam menyikapi informasi digital serta menjaga kerukunan menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan Kutim secara berkelanjutan. []

Penulis: Suryono | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *