Kredit Perbankan Papua Tembus Rp23,61 Triliun

0
IMG_ff2d4b9f-e12b-48e9-944a-cc40d90c6a2f

JAYAPURA – Penyaluran kredit perbankan di Provinsi Papua mencapai Rp23,61 triliun pada triwulan III 2026, meningkat 1,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di tengah pertumbuhan kredit tersebut, transaksi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kota Jayapura juga mengalami peningkatan, memperlihatkan perkembangan layanan keuangan di wilayah Papua.

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mencatat nilai kredit pada triwulan III 2026 meningkat dari Rp23,13 triliun pada triwulan II 2026. Pertumbuhan tahunan pada periode sebelumnya tercatat sebesar 0,05 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan III.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Warsono mengatakan peningkatan tersebut menandakan perbaikan penyaluran pembiayaan oleh perbankan dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Perkembangan tersebut menunjukkan adanya perbaikan penyaluran kredit perbankan di Papua dibandingkan triwulan sebelumnya,” katanya, sebagaimana dilansir Antara, Senin, (26/10/2026).

Kenaikan penyaluran kredit juga terlihat di Kota Jayapura. Pada triwulan III 2026, kredit perbankan di kota tersebut mencapai Rp13,77 triliun atau tumbuh 2,71 persen secara tahunan. Nilai itu lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2026 yang mencapai Rp13,49 triliun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 1,45 persen.

“Angka tersebut meningkat dibandingkan triwulan II 2026 yang tercatat sebesar Rp13,49 triliun dengan pertumbuhan 1,45 persen secara tahunan,” ujarnya.

Selain penyaluran kredit, perkembangan layanan keuangan digital juga terlihat dari nilai transaksi QRIS. Di Provinsi Papua, nominal transaksi menggunakan sistem pembayaran tersebut tercatat Rp526,79 miliar pada awal triwulan III 2026.

Khusus di Kota Jayapura, transaksi QRIS meningkat menjadi Rp370,27 miliar dari Rp329,65 miliar pada periode sebelumnya.

“Untuk transaksi QRIS di Kota Jayapura juga yang mengalami peningkatan menjadi Rp370,27 miliar pada awal triwulan III 2026 dari Rp329,65 miliar pada periode sebelumnya,” katanya lagi.

Peningkatan kredit dan transaksi digital tersebut memperlihatkan perkembangan aktivitas layanan keuangan di Papua, terutama di Kota Jayapura. Perkembangan ini menjadi indikator yang perlu dicermati dalam melihat dinamika pembiayaan dan penggunaan sistem pembayaran digital di wilayah tersebut. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *