Mayoritas Saham Merah, IHSG Ditutup di Level 5.057
JAKARTA – Tekanan jual yang melanda sebagian besar sektor perdagangan saham menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah pada penutupan perdagangan Jumat (30/10/2026). Dari 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya sektor kesehatan dan keuangan yang mampu bertahan di zona positif, sementara sembilan sektor lainnya mengalami penurunan.
IHSG berakhir di level 5.057,05 atau terkoreksi 41 poin setara 0,80 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pelemahan tersebut mencerminkan dominasi saham yang mengalami penurunan sepanjang perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 523 saham ditutup melemah, sedangkan 187 saham berhasil menguat dan 81 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Sektor transportasi menjadi kelompok dengan tekanan paling besar setelah terkoreksi 3,13 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor barang baku yang melemah 2,84 persen dan sektor infrastruktur yang turun 1,96 persen.
Tekanan juga terjadi pada enam sektor lainnya yang turut berakhir di zona merah. Kondisi tersebut membuat penguatan terbatas pada sektor kesehatan dan keuangan belum mampu mengimbangi pelemahan pasar secara keseluruhan.
Sektor kesehatan mencatat kenaikan sebesar 0,76 persen, sedangkan sektor keuangan menguat 0,16 persen. Kedua sektor tersebut menjadi satu-satunya kelompok yang mampu mempertahankan kinerja positif hingga akhir perdagangan.
Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham berkapitalisasi besar yang masuk dalam indeks LQ45 justru mencatatkan penguatan signifikan. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) memimpin daftar saham dengan kenaikan tertinggi sebesar 8,64 persen.
Berikutnya, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 5,88 persen. Sementara itu, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) berada di posisi ketiga dengan kenaikan 5,85 persen.
Sebaliknya, tekanan jual terbesar dalam kelompok LQ45 dialami PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang terkoreksi 6,96 persen. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Indosat Tbk (ISAT) masing-masing juga mengalami penurunan sebesar 6,83 persen.
Aktivitas transaksi di pasar saham masih berlangsung dengan volume yang cukup besar. Sepanjang perdagangan Jumat, total volume transaksi mencapai 37,08 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,99 triliun.
Data tersebut menunjukkan bahwa pelemahan IHSG berlangsung di tengah aktivitas perdagangan yang melibatkan puluhan miliar saham. Meski demikian, pergerakan positif sejumlah emiten memperlihatkan bahwa tekanan pasar tidak terjadi secara merata pada seluruh saham.
Perbedaan kinerja antarsektor dan emiten menjadi perhatian investor dalam mencermati arah pasar berikutnya. Pergerakan saham kesehatan dan keuangan yang masih positif, serta penguatan PGAS, PTBA, dan EXCL, menunjukkan adanya peluang pada sejumlah saham di tengah tekanan indeks secara keseluruhan.
Investor tetap perlu memperhatikan perkembangan harga saham dan dinamika masing-masing sektor sebelum mengambil keputusan investasi, terutama ketika mayoritas saham masih berada dalam tekanan jual. []
Redaksi01
