KKP Gandeng Industri Siapkan Lulusan Vokasi Siap Kerja
JAKARTA – Perkembangan otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi pemantauan perikanan mulai mengubah kebutuhan tenaga kerja di sektor kelautan dan perikanan. Untuk mengantisipasi perubahan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pelaku industri terlibat langsung dalam pembentukan kompetensi mahasiswa pendidikan vokasi agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Irwan Meilano menyampaikan dorongan itu dalam kegiatan Vocational Goes to Actors (VOGA) 2026 di Jakarta, Selasa (03/11/2026). Ia menilai lembaga pendidikan perlu menyusun kurikulum bersama dunia usaha agar materi pembelajaran tidak tertinggal dari perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
“Kami sangat ingin melihat bahwa kurikulum yang dibangun di setiap kampus itu co-design, didesain bersama dengan Bapak-Ibu sekalian. Bapak-Ibu dari dunia usaha akan menjadi komponen penting dalam membangun kurikulum tersebut,” kata Irwan.
Keterlibatan industri tidak hanya diarahkan pada penyusunan materi pendidikan. KKP juga mengharapkan perusahaan membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menjalani pembelajaran dan bekerja secara langsung di lingkungan industri. Selain itu, praktisi dari dunia usaha didorong berkontribusi sebagai pengajar di lembaga pendidikan vokasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi pendidikan kelautan dan perikanan melalui pembentukan Ocean Institute of Indonesia (OII). Lembaga ini dibentuk dengan menggabungkan 11 perguruan tinggi dan politeknik di bawah KKP, sebagaimana diberitakan ANTARA, Selasa (03/11/2026).
Menurut Irwan, perubahan kebutuhan industri turut melahirkan jenis pekerjaan yang memerlukan penguasaan teknologi khusus. Sejumlah profesi yang mulai dibutuhkan antara lain operator sistem pemberian pakan otomatis, teknisi sistem budi daya, analis data satelit untuk pemantauan ikan, serta operator pesawat nirawak untuk survei wilayah pesisir dan perikanan.
Kebutuhan tersebut berkaitan dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatnya tuntutan keberlanjutan dan ketertelusuran produk perikanan. Karena itu, pendidikan vokasi dituntut tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis konvensional, tetapi juga kemampuan mengoperasikan dan mengadaptasi teknologi baru.
Irwan juga mendorong agar kegiatan penelitian di lingkungan pendidikan vokasi lebih diarahkan pada inovasi terapan yang dapat menjawab persoalan dan kebutuhan industri. Dengan pendekatan tersebut, hasil riset diharapkan tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan usaha.
Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, lanjut Irwan, menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pelaksanaan enam program prioritas KKP. Oleh sebab itu, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan industri diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, menguasai teknologi, serta siap menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja sektor kelautan dan perikanan. []
Redaksi01
