Pendaftar Tembus 230 Orang, Summit Legal BUMD Tutup Registrasi
JAKARTA – Tingginya minat insan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap penguatan fungsi hukum membuat pendaftaran Legal BUMD SI Summit 2026 ditutup lebih awal setelah jumlah peserta mencapai sekitar 230 orang. Forum yang berlangsung pada 5–6 November 2026 di Discovery Hotel Ancol, Jakarta, itu akan membahas peran hukum sebagai mitra strategis dalam mendorong daya saing dan pertumbuhan perusahaan daerah.
Sekretaris Jenderal Forum Legal BUMD Seluruh Indonesia (Legal BUMD SI), Nova Angelina Silalahi, mengatakan jumlah pendaftar telah mendekati kapasitas maksimal kegiatan, yakni sekitar 250 orang termasuk panitia. Kondisi tersebut membuat penyelenggara tidak lagi menerima peserta tambahan.
“Animonya cukup besar sekali. Sampai hari ini masih banyak yang menghubungi karena ingin bergabung, tetapi kami sudah over capacity,” tuturnya.
Nova menjelaskan, peserta yang telah terdaftar berasal dari beragam posisi di lingkungan BUMD. Mereka antara lain jajaran direksi, in-house counsel, serta pegawai yang menangani manajemen aset dan sekretaris perusahaan.
Menurut dia, keterlibatan lintas bidang diperlukan karena persoalan hukum tidak hanya menjadi tanggung jawab divisi legal, tetapi juga berkaitan dengan aktivitas operasional dan pengelolaan perusahaan secara keseluruhan.
“Walaupun sebenarnya Forum Legal ini adalah perkumpulan karyawan BUMD yang berlatar belakang hukum, tapi hukum itu tidak selalu di divisi legal. Ada di lintas divisi lain, seperti asset management, corporate secretary, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Nova mengatakan, penyelenggaraan forum tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran resmi atau grand launching Legal BUMD SI. Kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang pertemuan pemimpin BUMD, praktisi hukum, regulator, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas berbagai persoalan hukum yang dihadapi perusahaan daerah.
“Jadi, summit ini diadakan untuk bisa memberitahu banyak khalayak ramai juga, khususnya para pegawai BUMD, adanya Forum Legal BUMD se-Indonesia ini,” ujar Nova saat dihubungi Hukumonline, Selasa (03/11/2026).
Ia menegaskan, agenda pertemuan tidak berhenti pada pengenalan organisasi, tetapi diarahkan untuk membangun kolaborasi dan merumuskan persoalan hukum yang membutuhkan perhatian bersama.
“Spirit-nya adalah untuk grand launching, tapi kita juga bukan cuma sekadar grand launching, tapi juga mempertemukan stakeholder dalam rangka merumuskan permasalahan hukum yang BUMD ini,” tambahnya.
Forum yang mengusung tema “Transformasi Fungsi Hukum sebagai Penggerak Pertumbuhan Daerah: Memperkuat Peran Strategis Fungsi Hukum dalam Membangun BUMD yang Kompetitif, Adaptif, Berkelanjutan, dan Menciptakan Nilai bagi Perekonomian Daerah” tersebut mengundang sejumlah pihak, termasuk perwakilan Kementerian Dalam Negeri, pemerintah provinsi, konsultan hukum, dan kalangan akademisi.
Rangkaian acara selama dua hari mencakup konferensi utama dan diskusi mengenai isu hukum strategis BUMD. Salah satu agenda hari pertama adalah Exclusive Networking Dinner with Inspirational Talks bertema “Legal as a Strategic Partner: Aligning Compliance, Risk, and Business Objectives”.
Diskusi tersebut akan dimoderatori Nova dengan menghadirkan Partner Dentons HPRP, Giovanni Mofsol Muhammad, sebagai narasumber. Acara juga dijadwalkan diawali sambutan Dewan Penasihat Forum Legal BUMD SI, Ningrum Natasya Sirait, serta Partner Dentons HPRP, Hendra Ong.
Agenda lainnya adalah peluncuran resmi forum yang direncanakan dihadiri Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Sementara itu, pada hari terakhir, peserta akan mengikuti kegiatan Cultural Enrichment berupa kunjungan ke Jakarta International Stadium (JIS).
Stadion tersebut dipilih untuk memperkenalkan salah satu ikon baru Jakarta yang dibangun oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro), badan usaha milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini didukung Nurjadin Sumono Mulyadi & Partners (NSMP) dan dijadwalkan diisi sambutan Partner NSMP, Diki Andikusumah.
“Kita ingin menunjukkan JIS itu sendiri yang kebetulan ini produk anak bangsa. Kita ingin menunjukkan bahwa BUMD juga mampu untuk membangun stadion bertaraf internasional,” ungkap Nova.
Melalui pertemuan tersebut, Legal BUMD SI berharap fungsi hukum di perusahaan daerah semakin dipandang sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan semata-mata perangkat untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Penyelenggara juga berharap forum ini dapat menjadi agenda berkelanjutan sebagai ruang berbagi pengetahuan dan memperkuat jejaring insan hukum BUMD di Indonesia. []
Redaksi01
