Searah Ketapang Genjot Pengembangan Lapangan Migas di Jawa Timur
SURABAYA – Pengembangan sejumlah lapangan minyak dan gas bumi (migas) di Jawa Timur diarahkan untuk memperkuat potensi pasokan energi, mulai dari optimalisasi lapangan yang telah berproduksi hingga pengembangan proyek baru dan eksplorasi. Searah Ketapang II Ltd. menjalankan strategi tersebut melalui pengelolaan Wilayah Kerja Ketapang dan North Ketapang.
Salah satu proyek yang menjadi bagian dari rencana peningkatan produksi adalah Lapangan Bukit Panjang. Proyek ini telah memperoleh persetujuan keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID) pada April 2026 dan memasuki tahap fabrikasi fasilitas produksi sejak Juni 2026.
Pengerjaan proyek tersebut mencakup rekayasa, pengadaan, konstruksi, instalasi, dan komisioning (EPCIC). Produksi perdana ditargetkan berlangsung pada 2028, dengan perkiraan kapasitas puncak mencapai 50 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Selain mengembangkan lapangan baru, perusahaan juga mengoptimalkan Lapangan Bukit Tua di Wilayah Kerja Ketapang. Lapangan yang mulai beroperasi pada 2015 itu telah menjadi bagian dari pasokan energi bagi Jawa Timur selama lebih dari satu dekade.
Upaya peningkatan produksi di lapangan tersebut berlanjut melalui pengeboran sumur NZ3 yang dimulai pada September 2026. Sumur itu ditargetkan mulai menghasilkan gas pada tahun ini.
Sementara itu, kegiatan eksplorasi di Wilayah Kerja North Ketapang mencatat penemuan hidrokarbon melalui pengeboran sumur Barokah-1 pada Februari 2026. Temuan tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk mengevaluasi peluang pengembangan sumber daya migas lebih lanjut.
Pimpinan Komunikasi Searah Ketapang II Ltd. Nabil Aswad M Hatta mengatakan perusahaan berupaya menjaga keberlanjutan operasi sekaligus mengoptimalkan potensi aset yang dikelola.
“Dengan pengalaman dan fondasi operasional yang telah terbangun, kami berkomitmen menjaga keandalan operasi, mengoptimalkan potensi aset, serta mendukung ketahanan energi melalui pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab,” katanya dalam kegiatan media engagement di Surabaya, Rabu (04/11/2026), sebagaimana diberitakan Antara, Rabu (04/11/2026).
Dukungan terhadap investasi dan pengembangan lapangan migas juga disampaikan Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (SKK Migas Jabanusa), Febrian Ihsan. Menurut dia, keberlanjutan investasi diperlukan untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong kontribusi ekonomi dan sosial bagi daerah.
“Keberlanjutan investasi dan pengembangan lapangan perlu didukung koordinasi yang baik antara perusahaan, SKK Migas, pemerintah daerah, masyarakat, dan media agar kegiatan operasi berjalan aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Searah Ketapang II Ltd. merupakan perusahaan energi independen hasil usaha patungan antara PETRONAS dan Eni yang berdiri pada 1 Juni 2026 bersama PC Ketapang II Ltd.
Rangkaian pengembangan lapangan, pengeboran, dan eksplorasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperbesar potensi produksi migas di Jawa Timur. Realisasi target produksi dan keberlanjutan investasi diharapkan dapat mendukung pasokan energi serta memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah. []
Redaksi01
