KDKMP Desa Akor Berdiri Jauh dari Permukiman, Lahan Desa Jadi Kendala
PAMEKASAN – Keterbatasan lahan kas desa menjadi kendala utama pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Akor, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Akibatnya, bangunan koperasi berada di kawasan terbuka dengan jarak sekitar 100 meter dari rumah warga terdekat.
Kepala Desa (Kades) Akor, Muzammil, mengatakan pemerintah desa tidak memiliki lahan kas yang memenuhi persyaratan pembangunan koperasi, terutama dari sisi luas. Kondisi tersebut membuat desa harus memilih lokasi yang tersedia meskipun tidak berada di tengah permukiman.
“Kami tidak ada lahan lagi kas desa yang sesuai untuk kebutuhan KDKMP,” katanya, Rabu (4/11/2026).
Muzammil menjelaskan, pemerintah desa sempat mempertimbangkan dua bidang tanah milik desa. Namun, lokasi alternatif dinilai lebih jauh dari permukiman dan sulit dijangkau kendaraan. Sementara itu, lokasi bangunan yang sekarang telah memiliki akses jalan paving menuju gerai koperasi.
“Kalau ke bangunan yang sekarang, sudah ada jalan paving ke gerai KDKMP,” ungkapnya.
Pemerintah desa juga pernah mengusulkan pembebasan lahan agar bangunan koperasi dapat ditempatkan di kawasan yang lebih strategis. Akan tetapi, rencana tersebut tidak dapat direalisasikan karena terkendala anggaran. Pembangunan KDKMP sendiri ditangani Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Ini kan TNI yang mengurusi. Saya sempat usulkan pembebasan lahan. Ya terpaksa dibangun di sana,” ucap Muzammil.
Lokasi bangunan koperasi tersebut berjarak sekitar 500 meter dari jalan utama yang menghubungkan kawasan itu dengan Kecamatan Palengaan. Permukiman warga di sekitarnya juga belum padat. Meski demikian, gerai KDKMP berada tidak jauh dari lapangan sepak bola sehingga pemerintah desa berharap aktivitas koperasi tetap dapat berlangsung.
Jarak bangunan dari rumah warga turut menjadi perhatian dalam aspek keamanan. Pemerintah desa berencana menambah tenaga penjaga pada malam hari untuk mengantisipasi kondisi di sekitar bangunan yang relatif sepi.
“Kami hanya menambah tenaga untuk petugas jaga di KDKMP saat malam hari. Karena cukup jauh dari rumah warga,” ujarnya.
Muzammil menambahkan, pembangunan KDKMP di Desa Akor berjalan lebih lambat dibandingkan sejumlah desa lain. Hambatan penyediaan lahan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses pembangunan sejak tahap awal.
“Kami berharap ini tetap bisa beroperasi dengan baik seperti desa lainnya,” ucap Muzammil.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (Diskop UKM Naker) Pamekasan, Salehoddin, menyatakan pemerintah daerah tidak banyak terlibat dalam proses pembangunan fisik KDKMP. Peran pemerintah daerah, menurutnya, lebih diarahkan pada dukungan setelah pembangunan berlangsung.
“Kami selama ini tidak terlalu intervensi soal pembangunan KDKMP. Kami hanya bisa mendorong dan mendukung setelah pembangunan dilakukan,” ucapnya.
Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0826/Pamekasan, Agus Wibowo Hendratmoko, belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi. Informasi mengenai kendala lokasi, akses, dan keamanan bangunan KDKMP Desa Akor tersebut sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu (04/11/2026).
Keberadaan koperasi di lokasi yang jauh dari permukiman menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa. Dukungan operasional, akses yang memadai, dan pengamanan diharapkan dapat membantu KDKMP Desa Akor berfungsi sebagaimana tujuan pembangunannya. []
Redaksi01
