Kadin Indonesia Bidik Perdagangan dengan Türkiye Tembus US$10 Miliar

0
Kadin Dorong Perdagangan Indonesia-Turki ke 10 Miliar Dolar AS

ISTANBUL – Perluasan akses pasar dan penguatan kemitraan bisnis menjadi strategi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk mendorong perdagangan bilateral Indonesia-Türkiye mencapai 10 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Upaya tersebut ditempuh melalui misi dagang yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 4 November 2026.

Langkah ini diarahkan untuk memperluas peluang ekspor sekaligus membangun kerja sama perdagangan yang dapat ditindaklanjuti secara konkret. Berdasarkan keterangan tertulis Kadin Indonesia dari Istanbul, Rabu (04/11/2026), misi dagang tersebut juga menjadi sarana memperkuat diplomasi ekonomi kedua negara.

Nilai perdagangan Indonesia dan Türkiye pada 2025 tercatat sekitar 2,30 miliar dolar AS. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Türkiye mencapai 1,72 miliar dolar AS, sedangkan impor dari negara itu sebesar 575,2 juta dolar AS.

Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia, Bernardino M. Vega, menegaskan bahwa hubungan strategis kedua negara perlu menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha.

“Fokus kami adalah memperbesar perdagangan kedua negara melalui kemitraan yang saling melengkapi, memperluas akses pasar, dan membuka ruang bagi lebih banyak pelaku usaha untuk terlibat,” ujar Bernardino, sebagaimana diberitakan Cekricek, Rabu (04/11/2026).

Kadin menilai Türkiye memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk bagi produk Indonesia menuju pasar Eropa, Timur Tengah, Afrika Utara, dan kawasan sekitarnya. Potensi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam memperluas jangkauan perdagangan Indonesia.

Dalam rangka memperkuat hubungan kelembagaan, delegasi Kadin bertemu dengan Presiden Union of Chambers and Commodity Exchanges of Türkiye (TOBB), M. Rifat Hisarcıklıoğlu. Pertemuan itu membahas penjajakan kemungkinan penandatanganan nota kesepahaman antarkamar dagang.

Delegasi juga mengikuti forum bisnis bersama Foreign Economic Relations Board of Türkiye (DEİK) yang membahas peluang perdagangan dan investasi. Penguatan hubungan antarkamar dagang diharapkan dapat mendukung proses negosiasi perjanjian dagang antara Indonesia dan Türkiye.

Selain pertemuan formal, delegasi melakukan peninjauan ke Grand Bazaar, Spice Bazaar, dan Arasta Bazaar untuk mengamati produk Indonesia yang telah beredar serta kebutuhan konsumen setempat. Kunjungan ke perusahaan furnitur Mudo Concept turut menjadi bagian dari rangkaian misi dagang.

Kadin Indonesia juga menghadiri B57+ Business Leaders’ Summit 2026. Dalam forum tersebut, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menjadi pembicara panel yang membahas kecerdasan buatan (AI) dan wirausaha muda.

Rangkaian misi dagang ini diharapkan memperluas peluang kemitraan, meningkatkan akses produk Indonesia ke pasar internasional, serta mendukung pencapaian target perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar AS. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *