Kontingen Porprov Kutim Dibekali Perlindungan Ketenagakerjaan
Pemkab Kutim menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan anggota kontingen Porprov VIII Kaltim 2026 sebagai bentuk perhatian terhadap perlindungan atlet dan unsur pendukung selama mengikuti kompetisi.
ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) memberikan perhatian terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi kontingen yang akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Paser. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyerahan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kepada perwakilan atlet dan unsur pendukung kontingen.
Penyerahan kartu dilakukan dalam rangkaian pelepasan 1.561 anggota kontingen Kutim oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (04/11/2026).
Perlindungan jaminan sosial tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap risiko yang dapat dihadapi anggota kontingen selama menjalani persiapan dan mengikuti pertandingan.
Penerima kartu secara simbolis terdiri atas perwakilan atlet, pelatih, manajer, ofisial, ofisial teknis, dan panitia kontingen.
Selain penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan, kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan bendera pataka dari Bupati Kutim kepada Ketua Kontingen sebagai simbol dukungan pemerintah daerah.
Perhatian terhadap perlindungan peserta juga sejalan dengan besarnya jumlah anggota kontingen Kutim yang akan mengikuti kompetisi olahraga tingkat provinsi tersebut.
Dari total 1.561 anggota kontingen, sebanyak 1.014 orang merupakan atlet. Sementara itu, unsur pendukung terdiri atas 147 pelatih, 146 ofisial, 64 manajer, 22 ofisial teknis, dan 168 panitia kontingen.
Dalam kegiatan pelepasan, Ardiansyah menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap perjuangan seluruh anggota kontingen yang membawa nama Kutim.
“Pemerintah daerah Kutai Timur tidak akan menyia-nyiakan usaha yang kalian toreh di Porprov Kabupaten Paser yang akan datang,” katanya.
Ardiansyah juga mengingatkan bahwa keberhasilan kontingen tidak hanya ditentukan kemampuan atlet ketika bertanding, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak sejak tahap persiapan. Menurutnya, pelatih, manajer, ofisial, dan unsur pendukung lainnya memiliki peran penting dalam memastikan atlet dapat mengikuti kompetisi dengan kesiapan yang baik.
“Mudah-mudahan dengan koordinasi yang lebih mendalam, yang lebih aktif efektif di dalam persiapan ini mampu mengangkat Kabupaten Kutai Timur yang pada Porprov yang lalu kita masih menduduki ranking yang keempat,” ujarnya.
Selain memastikan kesiapan unsur pendukung, Ardiansyah mendorong atlet agar memiliki kepercayaan diri ketika menghadapi persaingan dengan kontingen dari daerah lain.
“Jangan merasa ragu terhadap kekuatan sendiri. Berikan yang terbaik. Berikan yang terbaik dalam setiap pertandingan,” tegasnya.
Kontingen Kutim mengikuti Porprov VIII Kaltim 2026 dengan target memperbaiki prestasi setelah menempati peringkat keempat pada penyelenggaraan sebelumnya.
Melalui dukungan jaminan sosial dan persiapan kontingen, Pemkab Kutim berharap seluruh peserta dapat menjalani kompetisi dengan baik, menjaga keselamatan, serta memberikan hasil terbaik bagi daerah.
Perhatian terhadap perlindungan anggota kontingen diharapkan menjadi bagian dari upaya mendukung pembinaan olahraga daerah yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan para atlet beserta unsur pendukungnya. []
Penulis: Suryono | Penyunting: Aulia Setyaningrum
