Harga Pangan Jakarta 8 November 2026: Daging Sapi Naik, Telur Turun

0
67c6cb852711e

JAKARTA – Kenaikan harga daging sapi has hingga Rp13.750 per kilogram menjadi salah satu tekanan terbesar pada sejumlah komoditas pangan di Jakarta, Minggu (08/11/2026). Di tengah lonjakan tersebut, harga cabai merah keriting dan bawang putih juga meningkat, sedangkan telur ayam ras justru turun Rp200 per kilogram berdasarkan data Informasi Pangan Jakarta.

Harga daging sapi has (paha belakang) tercatat Rp147.917 per kilogram (kg), naik dari hari sebelumnya. Daging sapi murni untuk semur juga mengalami kenaikan Rp1.100 menjadi Rp145.833/kg. Sementara itu, harga daging sapi secara umum tidak berubah, yakni Rp150.000/kg.

Kenaikan juga terjadi pada daging kambing yang mencapai Rp153.611/kg atau bertambah Rp1.611 dibandingkan Sabtu (07/11/2026). Namun, harga ayam broiler atau ayam ras justru turun Rp1.392 menjadi Rp41.708 per ekor.

Tekanan harga terlihat pula pada kelompok cabai. Cabai merah keriting naik Rp1.433 menjadi Rp75.000/kg, sedangkan cabai merah besar (TW) bertambah Rp54 menjadi Rp66.354/kg. Cabai rawit hijau naik Rp2.017 menjadi Rp63.250/kg.

Pergerakan berbeda terjadi pada cabai rawit merah yang turun Rp900 menjadi Rp75.667/kg. Cabai rawit hijau besar juga turun Rp1.917 menjadi Rp37.500/kg.

Pada kelompok bawang, harga bawang putih naik Rp1.150 menjadi Rp41.750/kg. Sementara itu, bawang merah tercatat Rp41.208/kg.

Harga beras menunjukkan pergerakan yang tidak seragam. Beras IR I (IR 64) turun Rp183 menjadi Rp15.410/kg. Sebaliknya, beras IR II (IR 64) Ramos naik Rp67 menjadi Rp14.350/kg dan beras IR III (IR 64) naik Rp314 menjadi Rp14.238/kg. Beras Muncul I tidak mengalami perubahan dan bertahan Rp15.500/kg.

Kenaikan lebih besar terjadi pada beras IR 42/Pera yang bertambah Rp1.600 menjadi Rp16.650/kg. Beras Setra I/Premium juga naik Rp1.287 menjadi Rp17.950/kg.

Minyak goreng turut mengalami kenaikan. Minyak goreng kuning atau curah mencapai Rp21.950/kg, naik Rp742. Minyak goreng kemasan premium bertambah Rp500 menjadi Rp23.000/kg, sedangkan Minyak Kita naik Rp200 menjadi Rp17.525 per liter.

Di sisi lain, sejumlah bahan pangan justru mengalami penurunan. Harga telur ayam ras turun Rp200 menjadi Rp25.433/kg. Tepung terigu berkurang Rp2.137 menjadi Rp10.163/kg, sedangkan garam dapur turun Rp986 menjadi Rp4.754 per 250 gram.

Harga gula pasir bergerak berlawanan dengan telur, tepung, dan garam. Komoditas tersebut naik Rp304 menjadi Rp19.121/kg.

Pada kelompok ikan, harga kembung naik Rp5.833 menjadi Rp50.000/kg, sementara ikan mas bertambah Rp2.417 menjadi Rp42.900/kg. Adapun ikan bandeng ukuran sedang turun Rp2.584 menjadi Rp41.583/kg dan ikan lele berkurang Rp325 menjadi Rp30.708/kg.

Data tersebut juga mencatat harga gas elpiji 3 kilogram sebesar Rp20.500 per tabung. Namun, Informasi Pangan Jakarta tidak menyertakan keterangan perubahan harga komoditas tersebut dibandingkan hari sebelumnya.

Seluruh pergerakan harga itu merupakan perbandingan data Minggu (08/11/2026) dengan Sabtu (07/11/2026), sebagaimana diberitakan Bisnis, Minggu (08/11/2026).

Perbedaan arah perubahan harga menunjukkan tekanan belanja rumah tangga tidak hanya berasal dari satu kelompok pangan. Kenaikan daging sapi, cabai, bawang putih, dan minyak goreng perlu dicermati konsumen, sementara penurunan telur, tepung terigu, dan sejumlah ikan dapat menjadi pertimbangan dalam mengatur pengeluaran harian. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *