BBM Pertamina 8 November 2026: Pertalite Rp10.000, Pertamax Bervariasi
JAKARTA – Perbedaan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di berbagai wilayah Indonesia masih terlihat pada Minggu, 8 November 2026. Di tengah belum adanya penyesuaian harga untuk November, Pertamax dijual mulai Rp14.950 hingga Rp16.650 per liter, sedangkan Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Bio Solar Rp6.800 per liter.
Perbedaan harga tersebut dipengaruhi wilayah pemasaran dan ketentuan harga yang berlaku di masing-masing daerah. Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga belum mengubah harga BBM nonsubsidi untuk periode November 2026.
Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan keputusan mempertahankan harga mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk kondisi masyarakat.
“Adapun untuk BBM nonsubsidi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya,” ujar Kitty dalam keterangan resmi.
Sebagaimana dilansir iNews, Minggu, (08/11/2026), daftar harga yang disajikan menunjukkan variasi tarif untuk produk Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex di sejumlah kawasan. Perbedaan juga terlihat pada produk tertentu yang hanya tersedia di wilayah tertentu.
Di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, Pertamax dijual Rp16.300 per liter. Pertamax Turbo dibanderol Rp20.000, Dexlite Rp24.200, dan Pertamina Dex Rp25.750 per liter.
Adapun di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga Pertamax mencapai Rp16.650 per liter. Pertamax Turbo dijual Rp20.450, Dexlite Rp24.750, serta Pertamina Dex Rp26.300 per liter.
Khusus Zona Perdagangan Bebas (FTZ) Sabang, Pertamax dijual Rp14.950 per liter dan Dexlite Rp22.150 per liter. Sementara di FTZ Batam, harga Pertamax Rp15.150, Pertamax Turbo Rp18.550, Dexlite Rp22.500, dan Pertamina Dex Rp23.950 per liter.
Untuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur, Pertamax dibanderol Rp15.950 per liter. Pertamax Turbo dijual Rp19.600, Pertamax Green 95 Rp19.150, Dexlite Rp23.700, dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter.
Harga yang sama berlaku di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), kecuali produk Bio Solar nonsubsidi yang khusus dipasarkan di NTT dengan harga Rp23.600 per liter.
Di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kalimantan Timur (Kaltim), Pertamax dijual Rp16.300 per liter. Pertamax Turbo dibanderol Rp20.000, Dexlite Rp24.200, dan Pertamina Dex Rp25.750 per liter.
Sementara itu, di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Utara (Kaltara), harga Pertamax mencapai Rp16.650 per liter. Pertamax Turbo dijual Rp20.450, Dexlite Rp24.750, dan Pertamina Dex Rp26.300 per liter.
Untuk Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat, harga Pertamax ditetapkan Rp16.300 per liter. Pertamax Turbo dijual Rp20.000, sedangkan Dexlite Rp24.200 per liter.
Di Maluku dan Maluku Utara, Pertamax dibanderol Rp16.300 per liter dan Dexlite Rp24.200 per liter. Harga serupa berlaku di Papua, dengan tambahan Pertamax Turbo Rp20.000 per liter.
Adapun di Papua Barat dan Papua Barat Daya, Pertamax dijual Rp16.300 per liter, Dexlite Rp24.200, serta Pertamina Dex Rp25.750 per liter. Untuk Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, harga Pertamax tercatat Rp16.300 dan Dexlite Rp24.200 per liter.
Secara umum, harga Pertalite dan Bio Solar tetap sama di seluruh kelompok wilayah dalam daftar tersebut, masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Kondisi ini membuat perbedaan harga lebih terlihat pada produk BBM nonsubsidi.
Dengan belum adanya perubahan harga untuk November, masyarakat perlu memperhatikan daftar harga sesuai wilayah masing-masing sebelum membeli BBM. Informasi tersebut juga menjadi acuan untuk memperhitungkan pengeluaran transportasi, terutama bagi pengguna kendaraan yang mengandalkan produk nonsubsidi. []
Redaksi01
