Menteri PKP Cek Mutu Bedah Rumah, Pastikan Warga Tak Lagi Kebocoran

0
Menteri PKP Cek Mutu Bedah Rumah, Pastikan Warga Tak Lagi Kebocoran

BOGOR – Kualitas hasil renovasi rumah penerima bantuan pemerintah menjadi perhatian dalam pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Bogor, Jawa Barat. Pemeriksaan langsung terhadap kondisi bangunan diperlukan agar perbaikan yang dilakukan benar-benar mengatasi persoalan hunian warga, bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau rumah penerima bantuan program bedah rumah di Kelurahan Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat, Sabtu (07/11/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memeriksa kondisi bangunan sekaligus berdialog dengan warga untuk mengetahui perubahan yang dirasakan setelah renovasi.

Salah satu penerima bantuan, Neng Suratmi, mengungkapkan rumahnya yang sebelumnya sering mengalami kebocoran kini menjadi lebih nyaman setelah diperbaiki.

“Dulu bocor, enggak?” tanya Menteri Maruarar kepada penerima manfaat.

“Oh, bocor. Masalahnya bocor, Pak. Dulu bocor, tapi sekarang sudah enggak. Alhamdulillah,” jawab warga penerima manfaat, Neng Suratmi.

Pengalaman tersebut menjadi gambaran perubahan yang diharapkan dari program BSPS. Perbaikan rumah tidak hanya berorientasi pada pembenahan tampilan bangunan, tetapi juga harus menyelesaikan persoalan mendasar yang mengganggu kenyamanan penghuni.

Maruarar menegaskan bahwa bantuan pemerintah harus menghasilkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ia mengingatkan agar pelaksanaan program tidak justru menimbulkan kekecewaan karena hasil pekerjaan tidak sesuai harapan penerima bantuan.

“Kita datang ini untuk membawa perubahan, jangan sampai harapan rakyat justru menjadi kekecewaan. Tentu perubahan itu harus ke arah yang lebih baik,” ujar Ara.

Dalam pemeriksaan tersebut, ia menyoroti sejumlah bagian bangunan yang perlu diperhatikan, antara lain kekuatan kolom dinding, kondisi atap, serta peninggian dinding rumah agar tidak lagi terlalu rendah dan mengalami kebocoran.

Pengawasan juga diarahkan pada kemampuan petugas memahami kondisi bangunan secara menyeluruh. Maruarar meminta jajaran pelaksana di lapangan menguasai aspek teknis pekerjaan dan melakukan pemeriksaan secara sistematis, mengingat tugas mereka dibiayai negara.

“Tolong kuasai apa yang kalian temukan di lapangan dengan berpedoman pada empat prinsip dasar: lantai, tembok, atap, dan kusen, baik dari dalam maupun dari luar secara sistematis,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan Rmoljabar mengenai peninjauan pada Sabtu (07/11/2026), pemeriksaan langsung dilakukan untuk memastikan hasil renovasi memberikan perubahan nyata bagi penerima bantuan. Pengawasan terhadap lantai, dinding, atap, dan kusen diharapkan menjadi perhatian dalam pelaksanaan program agar kualitas hunian warga semakin baik. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *